Pena Masyarakat Sebut PLTPB Padarincang Bisa Jadi Ancaman Baru Kerusakan Ekosistem

Pju

SERANG – Permasalahan lingkungan di Provinsi Banten terus menjadi sorotan dari berbagai elemen. Sebab, berbagai pembangunan nasional yang ada di Banten mendapat penolakan dari masyarakat.

Salah satunya adalah proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) yang berada di Padarincang, Kabupaten Serang.

Sejak tahun 2015 lalu, sebagian masyarakat di Padarincang masih tetap konsisten menolak proyek tersebut hingga saat ini.

Ketua Pena Masyarakat, Mad Haer mengatakan keinginan pemerintah untuk membangun EBT (Energi Baru Terbarukan) di Padarincang, bisa menjadi ancaman baru terhadap kerusakan ekosistem penghidupan masyarakat Padarincang.

Ia mengatakan hampir 6.000 Hektare lahan persawahan terancam akibat sumber mata airnya akan hilang.

“Karena wilayah tersebut sudah ditetapkan menjadi Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP), dan juga akan berdampak kepada wilayah disekitarnya seperti Gunung Tukung Gede, Gunung Asepan, Gunung Pulo Sari dan juga gunung terbesar di wilayah Banten yaitu Gunung Karang,” ujarnya kepada Fakta Banten, Rabu (9/6/2021).

Ia menuturkan, pembangunan PLTPB tersebut akan berdampak pada kultur budaya yang ada di masyarakat Padarincang.

“Akan hilangnya tradisi keagamaan seperti muludan, sapar, dan bercocok tanam,” katanya.

“Belum lagi permasalahan-permasalahan baru yang muncul jika pembangunan PLTPB terus dipaksakan oleh pihak pemerintah dan swasta. Karena daerah Padarincang merupakan paru-paru Kabupaten Serang, tetapi saat ini terancam dihancurkan,” tutupnya. (*/Roel)

Royal wedding