PDIP Sebut Tata Kelola Pemerintahan oleh WH-Andika Tak Jelas

Pju

SERANG – Sekretaris DPD PDIP Provinsi Banten, Asep Rahmatullah memaklumi atas situasi yang tengah terjadi di Provinsi Banten. Dimana belakangan ini Banten tengah menjadi sorotan publik saat Kejati Banten telah menetapkan 9 tersangka dari 3 kasus dugaan korupsi.

“Inilah bukti bahwa kepemimpinan WH-Andika cuma menang di 2 kabupaten/kota. Sehingga cara tata kola pemerintahannya juga gak jelas,” ujar Asep Rahmatullah kepada wartawan disela-sela Rakerda II di Kantor DPD PDIP Banten, Kota Serang, Rabu (9/6/2021).

Mantan Ketua DPRD Provinsi Banten ini menyebut, daerah Banten yang dipimpin oleh Wahidin Halim (WH)-Andika Hazrumy sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Banten sedang tidak kondusif.

“Jadi wajar Banten saat ini dipimpin oleh Andika dan WH itu tidak kondusif karena dia menangnya di Kota Tangerang dan Kabupaten Serang. Jadi wajar bila WH dengan Andika dalam konteks mengelola pemerintahan dengan Sekda dan seluruh jajaranya gagap, terjadilah kasus-kasus seperti ini, karena memang dia dipilih oleh 2 kabupaten/kota,” sebutnya.

Diketahui, Wahidin-Andika pada Pilgub Banten 2017 hanya menang di dua daerah, yaitu Kota Tangerang dan Kabupaten Serang. Kota Tangerang dikenal sebagai basisnya Wahidin, karena pernah menjabat sebagai walikota selama dua periode. Sementara Kabupaten Serang basisnya Andika.

Meski unggul di dua daerah, Wahidin-Andika merupakan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten terpilih pada Pilgub Banten 2017. Sementara Rano Karno-Embay Mulya Syarief yang unggul di 6 daerah harus menerima kekalahan. (*/Faqih)

Royal wedding