SERANG – Ketua Pengurus Wilayah Matahari Pagi Indonesia (PW MPI) Provinsi Banten, Nurcholish Ali Sya’bana, menegaskan dukungan penuh organisasinya terhadap kepemimpinan Gubernur Banten, Andra Soni.
Dia juga memastikan MPI bukan underbouw partai politik, melainkan organisasi multipartai yang berfungsi sebagai support system dan warning system pemerintah daerah maupun pusat.
Hal itu disampaikan Nurcholish usai pengukuhan PW MPI Banten, Sabtu (8/8/2026).
Nurcholish mengawali pembicaraan dengan menegaskan komitmen PW MPI Banten mendukung penuh kepemimpinan Andra Soni.
“Setiap orang pasti memiliki kekurangan. Tapi yang harus kita kedepankan adalah kelebihan serta jiwa positif dari sang pemimpin,” ujarnya.
Sikap itu sejalan dengan fokus utama MPI, yaitu menyebarkan gerakan optimisme.
Nurcholish juga mengutip pesan Presiden Prabowo yang sebelumnya disampaikan Dahnil Anzar Simanjuntak dalam pengarahan usai pengukuhan.
“Kita tidak boleh terus-menerus mengungkap kejelekan orang lain. Setiap gubernur pendahulu pasti punya kelebihan dan kekurangan. Fokus kita sekarang memperbaiki sistem yang ada tanpa menghilangkan legacy positif dari pemimpin sebelumnya,” katanya.
Bentuk dukungan nyata MPI, lanjutnya, adalah mendukung program-program Andra Soni yang sudah mulai dirasakan manfaatnya untuk masyarakat. Salah satunya program Sekolah Gratis.
Menjawab isu afiliasi politik, dia membantah tegas jika MPI disebut sebagai sayap atau underbouw partai tertentu.
“Matahari Pagi Indonesia berisikan anggota dari berbagai latar belakang partai, multipartai. Di dalamnya ada aktivis dari NasDem, Gerindra, PAN, Golkar, hingga PSI. Jadi tidak didominasi satu warna partai, melainkan gabungan hampir seluruh partai politik,” jelasnya.
Pasca pelantikan, MPI Banten akan segera melakukan roadshow ke berbagai kabupaten/kota di seluruh Provinsi Banten.
Ia juga menyinggung tingginya dukungan masyarakat Banten terhadap Presiden Prabowo.
“Di setiap pemilihan tren dukungan ke Prabowo selalu tinggi. Masyarakat Banten merasa puas dengan kinerjanya. Kalau kita hanya cari-cari kejelekan orang, tidak akan pernah ada habisnya,” tegasnya.
Menepis stigma MPI hanya jadi mesin politik Pilpres 2029, Nurcholish menjelaskan proses transformasi organisasi.
“Tidak dipungkiri, awalnya Matahari Pagi Indonesia dideklarasikan oleh Presiden Prabowo sebagai gerakan politik. Tapi setelah agenda politik selesai, kami bertransformasi menjadi gerakan sosial dan kebudayaan,” ujarnya.
Saat ini MPI sudah resmi terdaftar di Ditjen AHU Kemenkumham sebagai Organisasi Kemasyarakan atau Ormas, karena itu, banyak ASN dan pegawai pemerintah yang tertarik bergabung.
“Kami sampaikan, wadah ini murni sebagai support system bagi pemerintah,” katanya.
Nurcholish menekankan, menjadi support system bukan berarti mendukung membabi buta.
“Jika programnya positif, kami dukung penuh. Tapi jika ada penyelewengan atau melenceng dari koridor, kami akan kritik dan jadi warning system,” ujarnya.
“Dorongan itu harus mengarah pada kebaikan. Kalau didorong terus tanpa arah yang jelas, justru bisa menjerumuskan ke jurang,” tutupnya. (*/Ajo)

