Wisata Anyer

Sidak Alun-alun Kota Serang, Komisi IV DPRD Targetkan Progres Tembus 45 Persen Akhir September 2026

SERANG – Komisi IV DPRD Kota Serang menilai progres revitalisasi Alun-alun Kota Serang masih berjalan sesuai target.

Meski terdapat keterlambatan sekitar 1 hingga 2 persen, proyek tersebut diyakini dapat rampung sesuai target pada Desember 2026.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kota Serang, Yoppy R, setelah melakukan peninjauan langsung terhadap proyek revitalisasi Alun-alun Kota Serang bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang.

Yoppy mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan perkembangan pekerjaan infrastruktur tersebut berjalan sesuai rencana, mengingat proyek revitalisasi Alun-alun menjadi salah satu pekerjaan yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat Kota Serang.

“Kita hadir langsung. Rekan-rekan Komisi IV ada 13 orang. Karena kita di bidang infrastruktur, kita lihat pekerjaan-pekerjaan infrastruktur untuk kemaslahatan Kota Serang,” kata Yoppy. Rabu, (23/9/2026).

Menurutnya, berdasarkan hasil peninjauan dan paparan dari pihak DPUPR, progres pekerjaan secara keseluruhan saat ini telah mencapai sekitar 29 persen.

Namun, angka tersebut belum sepenuhnya menggambarkan seluruh pekerjaan yang telah dilakukan karena terdapat sejumlah pekerjaan fabrikasi yang dikerjakan di luar lokasi proyek.

“Kalau dari pekerjaan struktur, kita lihat sekitar 29 persen itu sudah rampung. Tetapi memang ada pekerjaan di luar site area, yaitu fabrikasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejumlah bagian proyek seperti struktur Tugu Golok dan struktur air mancur dikerjakan melalui proses fabrikasi di luar lokasi Alun-alun.

Dengan mempertimbangkan pekerjaan tersebut, Yoppy optimistis progres revitalisasi dapat mencapai 40 hingga 45 persen pada akhir September 2026.

“Akhir September ini kita optimistis 40 sampai 45 persen itu tercapai,” katanya.

Yoppy mengakui terdapat keterlambatan sekitar 1 hingga 2 persen dalam pelaksanaan pekerjaan.

Namun, menurutnya, keterlambatan tersebut masih dalam batas yang dapat ditoleransi dan tidak menunjukkan adanya persoalan besar dalam pelaksanaan proyek.

Ia menyebut salah satu faktor yang menyebabkan penyesuaian pekerjaan adalah perubahan kondisi harga satuan dibandingkan saat Detail Engineering Design (DED) disusun pada tahun anggaran sebelumnya.

“Memang ada penyesuaian karena DED ini disusun pada tahun anggaran sebelumnya. Pelaksanaannya sekarang pasti ada penyesuaian-penyesuaian tentang harga,” ujarnya.

Selain itu, Yoppy mengatakan Komisi IV juga telah bertemu dengan pihak pelaksana dan konsultan proyek untuk mengetahui kondisi pekerjaan secara langsung.

“Kalau kita lihat secara komprehensif, secara global progresnya baik dan lancar. Memang ada penyesuaian yang menyebabkan keterlambatan sekitar 1 sampai 2 persen,” katanya.

Ia menegaskan, keterlambatan tersebut tidak serta-merta membuat target penyelesaian proyek bergeser.

Komisi IV DPRD Kota Serang masih meyakini revitalisasi Alun-alun dapat diselesaikan pada Desember 2026.

Dalam revitalisasi tersebut, kata Yoppy, kawasan Alun-alun Kota Serang dirancang menjadi empat zona.

Zona pertama merupakan zona kenegaraan yang diperuntukkan sebagai area lapangan upacara dan kegiatan pemerintahan.

“Zona satu itu zona kenegaraan, tempat kita melaksanakan kegiatan pemerintahan,” jelasnya.

Kemudian zona kedua mencakup area air mancur dan ikon patung golok yang dirancang sebagai salah satu ikon baru Kota Serang.

Sementara zona ketiga diperuntukkan bagi area bermain anak dan rekreasi. Adapun zona keempat mencakup food court, lapangan tenis, serta area parkir.

Yoppy berharap seluruh pekerjaan dapat berjalan sesuai tahapan sehingga revitalisasi Alun-alun Kota Serang dapat selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan masyarakat.

“Secara global kita lihat progresnya baik dan lancar. Kita optimistis target penyelesaian pada Desember bisa tercapai,” pungkasnya.***

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien