Wisata Anyer

TPAS Cilowong Tambah 3 Alat Berat, Perkuat Pengelolaan Sampah Hingga 1.100 Ton per Hari

 

SERANG – Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, mendapatkan tambahan tiga unit alat berat pada tahun 2026.

Tambahan alat berat ini untuk meningkatkan kinerja pengelolaan sampah yang terus mengalami peningkatan, terutama setelah adanya kerja sama dengan daerah lain.

Kepala UPT TPA Cilowong, Agam, mengatakan penambahan alat berat tersebut sangat dibutuhkan guna menunjang operasional di lapangan.

“Alat berat ini tujuannya untuk menunjang kegiatan pengelolaan persampahan di TPAS Cilowong. Karena saat ini kita juga ada kerja sama dengan Kabupaten Serang dan Tangerang Selatan, sehingga alat yang ada sebelumnya masih kurang,” ujar Agam, saat dikonfirmasi, Senin (4/5/2026).

Ia menjelaskan, tiga unit alat berat yang ditambahkan terdiri dari dua ekskavator dan satu bulldozer.

Seluruh pengadaan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Serang.

“Pengadaan tahun 2026 ini ada tiga unit, dua ekskavator dan satu bulldozer. Ini dari APBD, bukan dari CSR atau bantuan lainnya,” ungkap Agam.

DPRD Banten Hari Buruh

Menurut Agam, masing-masing alat memiliki fungsi penting dalam proses pengelolaan sampah di TPAS.

Bulldozer digunakan untuk mendorong dan meratakan sampah, sementara ekskavator berfungsi untuk menata dan merapikan tumpukan sampah agar lebih tertata.

“Bulldozer untuk mendorong sampah supaya rata, sedangkan ekskavator untuk penataan agar lebih rapi. Intinya keduanya saling mendukung dalam pengelolaan,” katanya.

Dengan tambahan tersebut, total alat berat yang kini dimiliki TPAS Cilowong mencapai sembilan unit, terdiri dari tiga bulldozer, satu ekskavator mini, dan lima ekskavator besar.

Di sisi lain, volume sampah yang masuk ke TPAS Cilowong saat ini mencapai sekitar 1.100 ton per hari.

Rinciannya, sekitar 500 ton berasal dari Tangerang Selatan, 200 ton dari Kabupaten Serang, dan sekitar 400 ton dari Kota Serang.

Meski demikian, Agam menilai jumlah alat berat yang ada saat ini masih tergolong cukup untuk menunjang operasional.

“Untuk saat ini cukup, tapi tergantung kondisi di lapangan. Kalau jarak dorong sampah makin jauh, tentu ke depan bisa saja perlu penambahan alat lagi,” pungkasnya.***

Hardiknas DPRD Banten
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien