Unjuk Rasa pada HUT ke-499 Kabupaten Serang, Mahasiswa Desak Pemerintah Tanggapi Isu Pengangguran dan Lingkungan
SERANG — Ratusan mahasiswa yang berasal dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Serang serta perwakilan dari Uniba dan UPI Serang melakukan aksi unjuk rasa bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-499 Kabupaten Serang, Rabu (8/10/2025).
Massa mendesak agar Bupati Serang dan pimpinan DPRD menanggapi berbagai persoalan lokal.
Dalam aksinya, para mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk upaya pengurangan pengangguran, pemberantasan praktik calo, penanganan pencemaran lingkungan, serta penanganan kasus kekerasan seksual.
Salah seorang orator aksi, Maman Abdurahman, menyoroti ketidaksesuaian antara jumlah industri dan kesempatan kerja untuk warga setempat.
“Ada lebih dari 8.000 perusahaan berdiri di Kabupaten Serang, tapi pengangguran masih tinggi. Ini menunjukkan banyaknya industri belum mampu menyerap tenaga kerja lokal,” ujar Maman.
Isu lingkungan juga menjadi titik tekan aksi. Para peserta menuding aktivitas industri ikut memberi tekanan terhadap kualitas lingkungan dan menuntut percepatan penyediaan lokasi pembuangan akhir sampah serta penindakan terhadap praktik pertambangan ilegal.
Menanggapi tekanan itu, Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, menyatakan pihaknya memahami aspirasi mahasiswa.
Zakiyah mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, namun mengingatkan bahwa masa kepemimpinannya masih terbilang singkat.
“PR di Kabupaten Serang masih banyak. Saya baru memimpin selama 135 hari sejak terpilih oleh mayoritas warga,” kata Zakiyah, seraya meminta agar tuntutan tersebut dipahami sebagai bahan kerja pemerintah bersama OPD terkait.
Selain itu, Bupati menyinggung keterbatasan fiskal yang mempengaruhi pelaksanaan beberapa program.
Menurutnya, ada pengurangan dana dari pemerintah pusat senilai sekitar Rp492 miliar yang berdampak pada kapasitas anggaran daerah.
“Saya sampaikan angka pengurangan ini agar rekan-rekan mahasiswa memahami kondisi fiskal kami, karena hal ini turut membatasi keberlangsungan sejumlah program,” jelas Zakiyah.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat dan belum ada laporan bentrokan atau tindakan represif.
Para mahasiswa menegaskan akan terus memantau dan menagih janji pemerintah hingga tuntutan mereka mendapat respons nyata.***

