Wisata Anyer

Wacana Relokasi SMPN 4 Kota Serang, Disdikbud: Masih Tahap Kajian dan Komunikasi

SERANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang mengungkapkan rencana menjadikan SMP Negeri 4 Kota Serang sebagai sekolah unggulan dalam rangka mendukung program Kota Serang Cerdas yang menjadi salah satu program strategis Pemerintah Kota Serang.

Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, mengatakan gagasan tersebut merupakan bagian dari visi besar Wali Kota Serang untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan sekolah yang dapat menjadi role model dalam mewujudkan Kota Serang Cerdas.

“Pak Wali Kota memiliki gagasan besar tentang Kota Serang Cerdas yang masuk dalam 13 program strategis. Salah satunya harus dibarengi dengan pembangunan sekolah-sekolah yang menuju ke arah Kota Serang Cerdas,” kata Ahmad Nuri, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, jenjang SMP menjadi salah satu kewenangan Dindikbud Kota Serang yang dinilai dapat dikembangkan menjadi sekolah unggulan.

SMPN 4 kemudian menjadi salah satu sekolah yang dipilih karena dinilai memiliki sejumlah aspek yang memadai untuk dikembangkan.

Namun, kata Ahmad, pengembangan sekolah unggulan tidak hanya berkaitan dengan kualitas pembelajaran, tetapi juga membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai.

Ia menyebut lahan SMPN 4 saat ini memiliki luas sekitar 3.000 meter persegi lebih. Sementara itu, terdapat lahan di kawasan Ciracas dengan luas hampir satu hektare yang dinilai lebih memungkinkan untuk dikembangkan menjadi kawasan sekolah unggulan.

“Kebetulan yang dipilih adalah SMP 4 yang menurut pertimbangan kita dari beberapa aspek sangat memadai untuk didorong menjadi bagian dari sekolah unggulan. Syarat sekolah unggulan itu sarana prasarananya juga harus mendukung,” ujarnya.

Ahmad menegaskan, rencana tersebut masih melalui sejumlah kajian dan belum masuk pada tahap pelaksanaan relokasi.

Setidaknya terdapat beberapa aspek yang tengah dipertimbangkan, mulai dari kajian historis, regulasi, sosiologis hingga sistem penerimaan murid baru.

Dalam kajian historis, Dindikbud juga mengakui SMPN 4 memiliki nilai sejarah. Namun, berdasarkan kajian yang dilakukan, sekolah tersebut disebut belum tercatat sebagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB).

“Dalam akar sejarah memang SMP 4 itu memiliki nilai sejarah. Tapi ketika dicek, SMP 4 itu belum dan tidak ada catatan sebagai objek diduga cagar budaya dalam kajian historisnya,” katanya.

Menurut Ahmad, status tersebut menjadi salah satu bagian yang perlu dikaji sebelum pemerintah mengambil langkah lebih jauh.

“Kalau menjadi ODCB, kita tidak berani melakukan itu semua. Karena belum, maka proses ini digulirkan,” ujarnya.

Selain aspek historis, Dindikbud juga melakukan kajian regulasi untuk memastikan setiap tahapan rencana pengembangan sekolah unggulan memiliki dasar hukum yang memadai.

Kajian sosiologis juga menjadi perhatian. Ahmad menyebut terdapat sekitar 1.095 siswa yang saat ini bersekolah di SMPN 4. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 hingga 50 persen atau sekitar 460 siswa berasal dari wilayah Cimuncang.

Sementara sebagian lainnya berasal dari kawasan Kota Baru dan berbagai wilayah lain di Kota Serang.

Karena itu, Dindikbud mengaku perlu melakukan komunikasi dengan guru, komite sekolah dan orang tua siswa sebelum rencana tersebut direalisasikan.

“Kita tidak langsung main babat-babat habis. Harus ada tahapan pendekatan sosiologis. Hal-hal itu kita komunikasikan dengan komite, dengan guru, dengan orang tua murid,” katanya.

Ahmad mengatakan, apabila wacana tersebut nantinya direalisasikan, pemerintah juga harus menyiapkan skema penerimaan murid baru atau SPMB agar siswa di sekitar SMPN 4 tetap mendapatkan akses pendidikan.

Sejumlah sekolah disebut dapat menjadi sekolah penyangga, di antaranya SMPN 2, SMPN 15 dan SMPN 3 yang lokasinya relatif berdekatan dengan SMPN 4.

“Ketika bicara tentang SPMB dari Cimuncang ke SMP 2, SMP 15, SMP 3 dan SMP yang ada di situ sangat berdekatan. Itu juga menjadi kajian-kajian,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga tengah mempertimbangkan akses transportasi bagi siswa yang nantinya harus bersekolah di lokasi berbeda.

Ahmad mengatakan, jika rencana tersebut benar-benar diterapkan, pemerintah akan berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan untuk menyiapkan rute transportasi dari Cimuncang menuju sekolah tujuan, termasuk kemungkinan memberikan akses transportasi secara gratis bagi siswa.

“Harapannya nanti ada proses rute dari Cimuncang ke SMP yang difasilitasi pemerintah. Untuk menyiapkan alat transportasi yang bisa diakses, bahkan bisa digratiskan. Itu nanti kolaborasi dengan Dishub,” katanya.

Ahmad juga menjelaskan bahwa rencana tersebut tidak akan dilakukan secara terburu-buru. Apabila pembangunan fasilitas sekolah di kawasan Ciracas masuk dalam penganggaran 2027, maka pembangunan diproyeksikan selesai pada akhir Desember 2027.

Dengan demikian, pemanfaatan gedung baru diperkirakan baru dapat dilakukan pada tahun ajaran 2028/2029.

“Kalaupun ini tahapannya jelas, berarti dua tahun ajaran, 2028-2029. Panjang prosesnya,” ujarnya.

Ahmad menegaskan, pemerintah masih membuka ruang komunikasi dan dialog dengan berbagai pihak, termasuk pihak yang menolak wacana relokasi SMPN 4.

Ia menyebut rencana tersebut saat ini masih sebatas gagasan dan membutuhkan kajian komprehensif sebelum keputusan diambil.

“Ruang dialektika, ruang diskusi ini menjadi penting dalam konteks mencerahkan anak bangsa. Ini baru wacana, baru komunikasi,” katanya.

Menurut Ahmad, kajian internal memang telah dilakukan Dindikbud.

Namun, untuk memastikan kajian tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara akademik, pihaknya berencana melibatkan sejumlah tokoh dan institusi yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan.

“Ini kajian komprehensif. Kajian kita internal sudah, tapi kajian ini yang pertanggungjawaban secara akademik kita harus mengundang beberapa tokoh, beberapa institusi yang kompeten,” ujarnya.

Ahmad menambahkan, gagasan sekolah unggulan tersebut nantinya tidak hanya menyasar SMPN 4.

Pemerintah juga memiliki kemungkinan melakukan penataan terhadap sejumlah sekolah lain, termasuk melalui merger maupun pemindahan lokasi.

“Bukan hanya SMP 4 saja kalau misalkan terjadi itu. SMP, SD pun nanti di beberapa langkah kita akan ada merger, ada pemindahan lokasi,” katanya.

Ia menegaskan, keseluruhan gagasan tersebut diarahkan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan menciptakan sekolah yang dapat menjadi role model dalam mendukung program Kota Serang Cerdas.

“Tujuannya mencerdaskan anak Kota Serang, menciptakan sekolah unggulan yang menjadi role model dalam percepatan menuju Kota Serang Madani,” pungkasnya.***

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien