Wisata Anyer

Wahyu Nurjamil Bantah Isu Kota Serang Fair 2026 Minim Ruang untuk Clothing, Tegaskan Bukan Suara Komunitas

SERANG – Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil, membantah anggapan bahwa penyelenggaraan Kota Serang Fair 2026 tidak memberikan ruang yang memadai bagi pelaku industri kreatif, khususnya komunitas clothing dan kalangan anak muda.

Wahyu menegaskan, pihak yang menyampaikan kritik tersebut dinilai tidak mewakili komunitas clothing secara keseluruhan.

Menurutnya, pernyataan itu muncul dari pihak yang tidak memperoleh booth dalam pelaksanaan Kota Serang Fair 2026.

“Saya perlu klarifikasi. Saya mengetahui siapa yang menyampaikan hal tersebut, karena tidak mendapatkan booth. Protes seperti itu seolah-olah membawa nama komunitas clothing,” kata Wahyu, Selasa (11/8/2026).

Ia meminta agar persoalan tersebut tidak digeneralisasi sebagai suara seluruh komunitas clothing di Kota Serang.

Wahyu juga mempersilakan publik untuk menanyakan langsung kepada para pelaku clothing mengenai kebenaran klaim tersebut.

“Silakan ditanyakan kepada pelaku clothing, apakah benar pernyataan itu mewakili komunitas atau tidak. Karena sejak 2024 dan 2025 kami telah memberikan ruang bagi mereka,” ujarnya.

Wahyu menjelaskan, keterbatasan ruang pada Kota Serang Fair 2026 bukan disebabkan oleh kurangnya perhatian terhadap pelaku industri kreatif, melainkan adanya sejumlah kondisi yang membuat pengaturan booth tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya.

Salah satunya adalah relokasi pedagang dari kawasan Stadion Maulana Yusuf ke Pasar Kepandean.

HUT Kota Serang DPMPTSP

Para pedagang tersebut, kata Wahyu, menjadi salah satu pihak yang diprioritaskan dalam penyediaan ruang pada kegiatan tahun ini.

“Karena ada perpindahan pedagang ke Kepandean, kami mengutamakan mereka,” jelasnya.

Selain itu, pelaksanaan Kota Serang Fair 2026 juga melibatkan pedagang dari Kepandean, yang turut memengaruhi distribusi ruang yang tersedia.

“Kenapa tidak optimal? Karena kami juga melibatkan pedagang Kepandean. Tahun lalu industri kreatif mikro belum banyak terlibat, tahun ini kami libatkan,” katanya.

Wahyu juga menyebut bahwa pembangunan yang tengah berlangsung di kawasan stadion menjadi faktor lain yang membatasi ketersediaan area bagi peserta.

“Di stadion sedang ada pembangunan, sehingga ruang yang tersedia juga terbatas,” ujarnya.

Meski demikian, Wahyu menegaskan bahwa pemerintah tetap berupaya melibatkan pelaku industri kreatif mikro dalam Kota Serang Fair 2026. Ia kembali menepis anggapan bahwa komunitas clothing tidak dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

“Saya tegaskan, silakan ditanyakan kepada teman-teman clothing, pernyataan tersebut tidak mewakili komunitas. Itu hanya persoalan tidak mendapatkan booth, dan sudah saya sampaikan langsung kepada yang bersangkutan,” pungkasnya.

Diketahui, Kota Serang Fair 2026 merupakan rangkaian kegiatan event tahunan, dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-19 Kota Serang. Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 7 hingga 10 Agustus 2026.***

Kapolres Cilegon
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien