Warga Serang Digegerkan Penemuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas Terkubur Dalam Gundukan Pasir

SERANG– Warga Kampung Maja Nagih, Desa Julang, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang digegerkan dengan penemuan sesosok jasad perempuan di dalam sebuah gundukan pasir milik PT Indomas, Selasa (27/7/2021).

Saat dikonfirmasi, Kasatreskrim Polres Serang, AKP David Adhi Kusuma mengungkapkan, jika jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh dua pekerja bangunan di PT Indomas saat hendak mengangkut pasir yang berada di pinggir jalan tak jauh dari lokasi proyek.

Diterangkannya, jika kedua pekerja yakni Ibnu (23) dan Anis (28) awal mulanya curiga dengan potongan karpet berwarna merah yang keluar dari dalam gundukan pasir. Namun saat didekati tercium aroma busuk dari sekitar gundukan pasir tersebut. Sehingga hal itu dilaporkannya ke pihak Kepolisian setempat.

“Saat akan mengambil pasir, kedua orang itu melihat ada karpet menyembul dan mengeluarkan bau. Karena curiga, kemudian mereka melaporkannya ke warga yang kain dan diteruskan ke kepolisian,” ucap David kepada awak media, Selasa (27/7/2021) sore.

Mendapat laporan tersebut, diakui David, jika pihaknya langsung bergegas menuju ke lokasi. Dan saat dilakukan penggalian terhadap gundukan pasir tersebut, terlihat sesosok jasad manusia yang terbungkus karpet merah bermotif bunga-bunga.

“Setelah dikeduk, terlihat mayat perempuan dibungkus karpet merah motif bunga-bunga. Tidak ada identitas ditemukan di mayat tersebut,” ujarnya.

Saat ditemukan, diungkapkan David, jika pihaknya tidak menemukan adanya luka yang diakibatkan benda tajam terhadap jasad wanita yang mengenakan kemeja lengan panjang kotak-kotak dan celana panjang tersebut.

Namun David menegaskan, saat ini pihaknya masih enggan mengungkapkan penyebab kematian korban lantaran masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan oleh tim forensik di RSUD Drajad Prawiranegara Serang untuk memastikan penyebab kematiannya.

“Jasad korban dibawa ke RSDP untuk dilakukan autopsi. Kita masih menunggu hasilnya seperti apa. Masih terus kita dalami untuk mengetahui penyebab kematiannya,” tandasnya. (*/YS)

Demokrat
Royal Juli