Wisata Anyer

Wariskan Tradisi Sejak Dini, Ratusan Pelajar Kota Serang Ramaikan Panjang Mulud

SERANG – Ratusan pelajar tingkat SD hingga SMP di Kota Serang memeriahkan Pawai dan Kreasi Panjang Mulud yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi para pelajar untuk mengenal sekaligus melestarikan tradisi lokal yang sarat nilai keagamaan dan kebersamaan.

Pawai peserta tingkat SD dimulai dari Kantor RRI Banten, sementara peserta SMP mengambil titik awal dari Sekretariat TTKKDH.

Para peserta kemudian berjalan menuju Kantor Dindikbud Kota Serang yang menjadi titik akhir kegiatan.

Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan tabligh akbar yang diisi KH Ahmad Rofiuddin bin Abuya Mufassir dan dihadiri Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Asda II) Kota Serang, Yudi Suryadi.

Partisipasi sekolah dalam kegiatan ini cukup besar. Sebanyak 40 gugus sekolah ikut serta. Dari sekitar 300 SD di Kota Serang, peserta dikemas dengan menggabungkan dua gugus sekolah dalam satu kreasi panjang mulud.

Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan, kegiatan tersebut sejalan dengan visi Kota Serang Cerdas yang tidak hanya menitikberatkan pada kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan pelestarian budaya.

Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW melalui sifat fathonah, siddiq, amanah, dan tabligh dapat menjadi bagian dari upaya membentuk karakter generasi muda di Kota Serang.

“Merefleksikan cinta kepada Nabi Muhammad memiliki banyak ragam. Mudah-mudahan melalui acara ini wujud Kota Serang Cerdas bisa segera diimplementasikan dan Wali Kota bisa mengambil hikmah dalam visi besarnya di Kota Serang,” ujar Ahmad Nuri.

Ia mengatakan, tradisi ngeropok atau panjang mulud merupakan salah satu kekayaan budaya khas Kota Serang yang memiliki nilai sosial, terutama dalam berbagi dan mempererat silaturahmi.

“Untuk siswa di Kota Serang, bukan hanya soal kecerdasan akademik, tetapi juga kecerdasan mengamalkan dan ikut serta melestarikan kebudayaan daerah,” katanya.

Sementara itu, Asda II Kota Serang Yudi Suryadi mengapresiasi inisiatif Dindikbud yang tetap menyelenggarakan kegiatan panjang mulud meski tahun ini tidak digelar dalam skala Pemerintah Kota Serang secara keseluruhan.

“Yang pertama saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang sudah menyelenggarakan kegiatan yang biasanya dilaksanakan di tingkat kota. Karena berbagai pertimbangan di tingkat kota tidak diadakan, alhamdulillah Dinas Pendidikan dengan inisiatif dan didukung seluruh jajarannya, para kepala sekolah dan anak didik, kegiatan ini bisa dilaksanakan,” ujar Yudi.

Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sejak dini melalui adat istiadat dan tradisi yang berkembang di Serang dan Banten.

“Ini salah satu dalam rangka menanamkan sejak dini kecintaan kepada Rasulullah melalui kegiatan adat istiadat yang ada di Serang dan Banten. Karena kegiatan seperti ini tidak semua ada di setiap daerah,” katanya.

Yudi berharap tradisi panjang mulud yang telah menjadi kebiasaan masyarakat dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan sebagai bagian dari identitas budaya Kota Serang.

“Selaku pemerintah daerah ingin ini supaya bisa dipertahankan sebagai budaya tradisi Kota Serang,” ujarnya.

Selain kegiatan bagi pelajar, Dindikbud Kota Serang juga berencana merutinkan pengajian bulanan yang melibatkan guru dan kepala sekolah. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari pembinaan spiritual serta menjaga harmonisasi dan kebhinekaan di lingkungan pendidikan Kota Serang.***

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien