Antisipasi Kekeringan, BPBD Lebak Bangun Sumur Bor di Wilayah Rawan Krisis Air
LEBAK– Menghadapi ancaman kekeringan yang kerap melanda saat musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mulai membangun delapan titik sumur bor di empat kecamatan.
Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat di wilayah rawan tetap mendapatkan akses air bersih secara berkelanjutan.
Pembangunan sumur tersebut dilakukan di Kecamatan Leuwidamar, Sajira, Warunggunung, dan Curugbitung. Pemilihan lokasi ini berdasarkan laporan masyarakat serta hasil kajian pemetaan daerah yang rentan kekeringan.
“Tahun ini kami fokus pada penyediaan air bersih untuk masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan dan sulit dijangkau jaringan PDAM,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama, Sabtu (14/6/2025).
Ia menjelaskan, masing-masing sumur akan dibangun di titik-titik yang paling terdampak. Di Leuwidamar, Sajira, dan Warunggunung masing-masing terdapat dua titik pembangunan, sementara Curugbitung mendapat satu titik prioritas.
Sumur-sumur tersebut diharapkan mampu menjangkau kebutuhan warga hingga ke pelosok.
Prediksi musim kemarau yang tak ekstrem pun tak mengurangi kewaspadaan pemerintah daerah.
Menurut Febby, persoalan air bersih tetap menjadi ancaman serius bagi warga di kawasan dataran tinggi yang mengandalkan sumber mata air musiman.
Tak hanya pembangunan sumur, distribusi air bersih juga digencarkan dengan mengirimkan mobil tangki ke desa-desa terdampak. Setiap hari, BPBD menyalurkan sekitar 3.000 liter air ke titik-titik yang mengalami kekurangan.
“Pembangunan sumur ini adalah solusi jangka panjang, sementara distribusi air bersih menjadi langkah cepat kami untuk merespons kondisi darurat,” tambah Febby.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengurangi dampak perubahan iklim dan krisis air yang semakin kerap terjadi.
Dengan membangun sumur bor permanen di wilayah rawan, BPBD berharap masyarakat tidak lagi harus bergantung pada bantuan musiman ketika musim kering tiba.
“Semoga pembangunan ini memberikan manfaat nyata dan bisa menjawab kebutuhan dasar masyarakat, terutama yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih,” pungkas Febby. (*/Sahrul).
