Mahasiswa PPG Unpam dan SMKN 5 Tangsel Ajak Warga Olah Minyak Jelantah dan Bahan Alami
TANGERANG SELATAN — Sejumlah mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Universitas Pamulang (Unpam) mengajak masyarakat memanfaatkan limbah rumah tangga dan bahan alami menjadi produk berdaya guna serta bernilai ekonomi.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan bersama Ibu-Ibu PKK RT 07, Kelurahan Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, sebagai bagian dari Projek Kepemimpinan mahasiswa PPG.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan dua produk olahan kreatif, yaitu Sabun JELITA (Jelantah Jadi Berharga dan Bermanfaat) serta Teh T&J (Telang & Jeruk Nipis).
Sabun JELITA memanfaatkan limbah minyak goreng bekas sebagai bahan dasar sabun cuci piring.
Sementara itu, Teh T&J mengolah bunga telang dan jeruk nipis menjadi minuman herbal yang segar serta berpotensi dikembangkan sebagai produk komersial.
Pengolahan minyak jelantah menjadi fokus utama mengingat limbah dapur ini masih sering dibuang sembarangan hingga berpotensi mencemari lingkungan.
Melalui edukasi Sabun JELITA, warga tidak hanya mendapatkan pemahaman tentang bahaya limbah minyak, tetapi juga diajak mempraktikkan langsung proses pembuatannya agar dapat dimanfaatkan kembali.
Selain pengolahan limbah, warga juga diajak mengoptimalkan potensi bunga telang dan jeruk nipis.
Peserta mengikuti seluruh tahapan pembuatan Teh T&J, mulai dari persiapan bahan, penyeduhan bunga telang, penambahan perasan jeruk nipis, hingga proses penyajian dan pengemasan.
Seluruh rangkaian materi disampaikan melalui pemaparan, diskusi, demonstrasi, dan praktik mandiri.
Kegiatan ini turut melibatkan siswa Program Keahlian Farmasi SMK Negeri 5 Kota Tangerang Selatan sebagai pendamping praktik.
Para siswa bertugas mendampingi warga dalam menjaga higienitas alat dan bahan, pemulihan bahan yang tepat, serta penerapan standar keselamatan kerja selama proses pembuatan. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi antara dunia pendidikan dan kebutuhan masyarakat.
Ketua Projek, Juliansyah, mengoordinasikan seluruh rangkaian acara, termasuk menjalin komunikasi dengan mitra agar program berjalan sesuai rencana.
Sementara itu, Muhammad Sunan Maulana bertugas di bidang Hubungan Masyarakat dan Kemitraan untuk membangun kerja sama dengan berbagai pihak yang terlibat.
Program pengabdian masyarakat ini berlangsung sebanyak tiga kali pertemuan sepanjang September 2026. Rangkaian kegiatan mencakup pengenalan bahan, praktik pembuatan, pengemasan, hingga pemberian label produk.
Tahap akhir ditutup dengan evaluasi untuk membahas kendala teknis serta memetakan peluang pengembangan dan pemasaran produk di tingkat lokal.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa PPG Universitas Pamulang berharap warga memiliki keterampilan baru dalam mengelola limbah rumah tangga dan memanfaatkan potensi alam sekitar.
Produk Sabun JELITA dan Teh T&J diharapkan tidak hanya menekan jumlah limbah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi ide usaha mikro yang meningkatkan perekonomian warga.***


