Miris, SD Negeri di Kota Cilegon Ini Tak Miliki Guru Agama Islam 

CILEGON HEADLINE PENDIDIKAN

CILEGON – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tegal Wangi, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, sudah lama tidak mempunyai guru pendidikan agama Islam. Padahal, keberadaanya sangat diperlukan untuk mendidik akhlak dan bekal keagamaan siswa.

Bahrudin, Kepala SDN Tegal Wangi, mengaku cukup kesulitan dengan upaya yang sudah dilakukan untuk meminta tambahan guru pendidikan agama Islam, berbagai upaya sudah ditempuh dari memohon ke Dinas Pendidikan sampai dengan Kementerian Agama, namun upaya tersebut selalu mentok.

“Dibilang miris ya miris kang, tapi mau apalagi upaya sudah kami tempuh, selalu jawabnya, nanti ya nanti,” katanya usai acara buka puasa bersama di sekolah, Selasa (5/6/2018).

Lebih lanjut dikatakannya, agar pendidikan agama Islam terus berjalan, pihaknya melakukan pembelajaran agama dengan memberikan materi pelajaran pada anak didik dengan memutar film tentang pendidikan agama Islam.

“Paling untuk mengisi pelajaran pendidikan, kami selalu memberikan materi dengan visual, walaupun tidak maksimal hasilnya tapi itulah upaya pihak sekolah untuk menanamkan ahlak pada siswa,” ucapnya.

“Kami berharap pihak Kemenag untuk segera memberikan tenaga pendidik guru agama Islam agar keberlangsungan belajar mengajar terus berlanjut, kan kasian siswa kurang mendapatkan ilmu agamanya,” imbuhnya.

Suhardi, selaku Kepala Pendidikan Agama Islam (PAI) Kecamatan Grogol mengaku baru mengetahui kalau di SD Negeri Tegal Wangi tidak ada tenaga pendidik guru agama, dan untuk itu ia akan mendesak agar Kemenag secepatnya menurunkan guru agama untuk mengajar di SD tersebut.

“Saya baru tahu,  kalau di SD Negeri ini tidak ada guru pendidikan agama,  maklum kang saya baru menjabat menjadi Kepala PAI, saya secepatnya akan mendesak Kemenag untuk segera mungkin untuk memberikan tenaga pendidik agama di SDN Tegal Wangi ini,” tegasnya.

Aktivis Kota Cilegon, Husain Saidan, saat menghadiri acara buka puasa bersama di SDN Tegal Wangi, Selasa (5/6/2018) / Dok

Sementara itu di tempat yang sama, Aktivis Pemerhati Sosial dan Lingkungan, yang juga Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gapura Banten, Husain Saidan, mengaku miris dengan tidak adanya tenaga pendidik pelajaran agama Islam di sekolah yang ada di dekat wilayah tempat tinggalnya.

Menurutnya keberadaan tenaga pendidik agama Islam sangat diperlukan untuk menanamkan iman dan akhlak, terlebih di zaman now ini, perkembangan teknologi kalau tidak dibarengi dengan ilmu agama akan berakibat fatal bagi generasi kedepannya.

“Dari pengakuan Kepala Sekolah saya merasa kaget, kok SD Negeri ini tidak ada guru pendidik agama Islam, mau dibawa kemana ini siswa kalau sejak dini tidak ditanamkan iman, ilmu dan akhlak,” terang Husain.

Dengan tidak adanya tenaga pendidik agama Islam, LSM Gapura akan melayangkan surat ke instansi terkait untuk segera mungkin menaruh guru agama di sekolah tersebut.

“Jika sudah melayangkan surat untuk meminta guru agama tidak digubris,  upaya kami adalah mencari tenaga agama dari luar untuk mengajar di SD Negeri ini, dan kami siap memberikan imbalan kepada guru yang mengajar ini dengan imbalan Rp 1 juta, yang penting sekolah ini ada guru agamanya,” pungkasnya. (*/Red)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *