Para Istri Nelayan Terate Ikuti Pelatihan Membuat Nugget Bersama Griya Berbagi dan BMM

SERANG – Keceriaan ibu-ibu nelayan terpancar ketika pelatihan pembuatan nugget ikan yang diinisiasi oleh Griya Berbagi dan berkolaborasi dengan Laznas Baitulmaal Muamalat (BMM) di Tempat Pelelangan Ikan, Kampung Krandan, Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Selasa (31/08/2021).

Kegiatan pelatihan pembuatan nugget ikan yang diawali dengan launching program pemberdayaan ekonomi berbasis perempuan diikuti oleh 15 orang istri nelayan yang terllihat antusias, karena bagi mereka ini adalah hal yang baru ditemukan.

Mukarromi Maksum, CEO Griya Berbagi Banten mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan, terkhusus bagi istri para nelayan.

“Melalui program ini kita dorong perempuan khususnya yang berada di daerah nelayan lebih memproduktifkan diri dan kreatif dalam mengolah potensi yang ada sehingga bisa menambah perekonomian, mereka awalnya hanya menjual ikan saja, kalau dimodifikasi kan lebih menambah nilai jual,” ujarnya.

Ia menjelaskan program ini akan berlangsung selama tiga bulan ke depan dari mulai pelatihan produksi sampai kepada pemasaran ke masyarakat.

“Kita akan mendampingi dan mengawal program ini, sehingga bukan hanya kegiatan insidental saja, harapannya bisa berkelanjutan dari mulai pembuatan sampai pemasaran,” lanjutnya

Lanjutnya ia akan mencanangkan Desa Terate menjadi destinasi kuliner khas yaitu nugget ikan dengan ciri khas rasa dan packaging yang berbeda.

Senada dengan Mukarromi, pengurus Laznas BMM, Muhammad Afrizal Rizki mengatakan, BMM adalah wadah untuk membantu pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat miskin dengan memberdayakan potensi alam secara maksimal.

“Kita akan buat sentra terpadu pengolahan nugget ikan, sehingga ini akan menambah aktivitas ibu ibu nelayan dan dapat menambah perekonomian keluarga, suaminya nelayan, istrinya mengolah hasilnya,” katanya.

Ia berharap produk ini akan menjadi produk unggulan dari desa Terate, dengan mengkolaborasikan potensi alam dan cara pengolahan secara modern sehingga tidak kalah dengan produk lain.

“Kita akan intervensi dalam bentuk pelatihan dan permodalan dalam alat kerja sampai ke pengemasan, kita akan buat dengan konsep modern, sehingga kita dapat bersaing dalam pemasaran, karena ini hasil dari pemberdayaan masyarakat langsung,” ujarnya.

Di tempat yang sama Kepala Desa Terate, Irvan mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi launching program ini, terlebih pada saat ini kondisi pandemi yang membuat masyarakat terdampak dalam beberapa aktivitasnya.

“Kami sangat senang, ketika warga kami diberdayakan, terlebih ini masa pandemi yang dibutuhkan adalah pembangkitan ekonomi, perlu ada stimulan seperti ini, sehingga masyarakat bisa lebih kreatif dalam mengembankan potensi yang ada, harapannya program ini bisa terlaksana sampai tuntas,” katanya.

Salah satu peserta pelatihan, Muajalah (34) mengatakan, dirinya sangat senang dan sangat terbantu dengan adanya pelatihan semacam ini, ia mengaku sebelumnya hanya beraktivitas sebagai ibu rumah tangga saja.

“Dari dulu kami sangat menanti kegiatan seperti ini, karena kami butuh support dari mulai modal sampai cara pemasaran agar diterima oleh masyarakat,” bebernya.

Ia berharap dengan adanya pelatihan ini dapat memberikan angin segar bagi perekonomian keluarga terlebih di masa pandemi sekarang ini. (*/Ihsan)

Demokrat
Royal Juli