Dibayar Rp10 Ribu Per Karung, Warga Labuan Bersihkan Tumpahan Batu Bara di Pulau Popole

 

PANDEGLANG – Dibayar sebesar Rp10 Ribu, Warga Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, melakukan aksi bersih-bersih terkait tumpahan batu bara di Pulau Popole yang disebabkan oleh kapal tongkang yang kandas pada awal Desember 2024 lalu.

Iman Faturohman petugas pengaman Pulau Popole mengatakan, kegiatan ini yang dilakukan oleh masyarakat labuan untuk membersihkan tumpahan Batu Bara yang mencemari lingkungan khususnya pada pesisir pantai dan pulau.

“Kami disuruh oleh Pak Nanda dari
PT TLP (PT Trans Logistik Perkasa) Kapal Tongkang TB Titan 27/BG Titan 14, untuk menangani tumpahan batu bara yang berceceran di Pulau Popole agar dimasukan ke dalam karung,” ujarnya, Rabu, (8/1/2025).

Lebih lanjut, Imam menyampaikan, untuk satu karung batu bara yang sudah terkumpul, dirinya akan mendapatkan bayaran sebesar kurang lebih Rp10 ribu per karung dari pihak perusahaan PT TLP.

“Kami dijanjikan jika kami dapat mengumpulkan satu karung batu bara maka kami akan dikasih imbalan/upah kerja,” ungkapnya.

Selain itu, adapun karung tersebut untuk melakukan aksi bersih-bersih dan memasukkan tumpahan batu bara, itu diberikan langsung oleh pihak perusahaan PT TLP dan saat ini sudah lumayan cukup banyak yang sudah terkumpul di Pulau Popole.

“Kami pun akan mengajukan penawaran kembali kepada perusahaan melalui Pak Nanda, agar dapat memberikan tambahan lagi, artinya kami yang tadinya akan dibayar kurang lebih Rp10 ribu per karung batu bara, namun kami meminta untuk ada tambahannya lagi,” pungkasnya.

Tidak hanya itu, tumpahan Batu Bara di sekitaran Pulau Popole dan di tepi pantai cukup lumayan banyak, penanganan ini memang bukan hanya inisiatif dirinya melainkan ada perintah dari pihak perusahaan PT TLP.

“Kami tugasnya hanya mengumpulkan tumpahan batu bara dengan cara memasukkan ke dalam karung, dan batu bara yang terkumpul tetap disimpan di pulau Popole, selebihnya pihak perusahaan yang lebih mengetahui,” tuturnya.

Kemudian pihaknya selaku pengaman petugas Pulau Popole dan juga sebagai kelompok tani hutan serta masyarakat nelayan bersama-sama melakukan bersih-bersih tumpahan batu bara.

“Kami melakukan pengumpulan batu bara dengan cara memasukan ke dalam karang, kalau bukan kami siapa lagi yang peduli terhadap lingkungan,” tuturnya.

Juminah warga Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, menyampaikan pengumpulan batu bara di Pulau Popole dengan cara memasukkan ke dalam karung dan diberikan upah sebesar Rp10 Ribu.

“Memang upahnya cukup kecil karena ke lokasi tempat tumpahan baru bara juga kami harus menggunakan perahu, naik perahu juga harus dibayar, namun karena kami butuh yah kami ikut kerja lumayan hasilnya untuk kebutuhan keluarga,” katanya.

Pipit warga setempat menurutkan, kedatangannya ke Pulau Popole untuk ikut kerja melakukan bersih-bersih tumpahan batu bara, karena ketika dapat mengumpulkan satu karung batu bara akan mendapatkan upah sebesar Rp10 ribu.

“Kami berharap dapat dinaikan harga upah kerja, karena untuk kebutuhan sehari-hari dan keluarga di rumah,” ungkapnya.

Sementara itu, dari pihak perusahaan belum dapat memberikan jawaban saat dihubungi melalui telepon selulernya dan via WhatsApp, terkait warga yang melakukan bersih-bersih pengumpulan batu bara yang tumpah diakibatkan oleh Kapal Tongkang TB Titan 27/BG Titan 14, yang kandas di Pulau Popole pada Desember 2024 lalu. (*/Riel)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien