Wisata Anyer

KNPI Lebak Gerakkan Petani Muda, Gandeng Pemda Bangun Ketahanan Pangan Melalui Pertanian Pemuda

 

LEBAK – Pemuda tak lagi hanya bicara soal perubahan, tapi kini benar-benar turun ke tanah. Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Lebak memulai inisiatif nyata di sektor pangan, berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pertanian.

Mereka menanam harapan lewat gerakan pertanian pemuda yang digerakkan dari bawah.

Langkah perdana ini ditandai dengan penyediaan lahan seluas 1 hektare di Kecamatan Maja, yang kini memasuki tahap pengolahan tanah.

Di atas lahan tersebut, pemuda diajak bukan hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga mengelola pertanian sebagai peluang usaha yang menjanjikan di masa depan.

“Ini bukan sekadar proyek bercocok tanam. Ini adalah upaya membangun kemandirian pemuda lewat jalur pangan,” ujar Ahda Pinan, Wakil Ketua Bidang Pertanian KNPI Lebak kepada Fakta Banten, Jumat (9/5/2025).

“Kita ingin menjadikan pertanian sebagai ruang tumbuh anak muda Lebak,” sambungnya.

Ketua KNPI Lebak, Cucu Komarudin, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari Asta Cita Ruhay, delapan agenda strategis KNPI dalam menyokong visi Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, yakni Lebak Ruhay.

“Kita tidak bisa bicara masa depan tanpa melibatkan pemuda dalam urusan pangan. Gerakan ini bagian dari agenda besar KNPI untuk menghadirkan pemuda yang mandiri, produktif, dan cinta daerah,” tegas Cucu.

Ia menjelaskan bahwa keterlibatan pemuda dalam pertanian juga bukan sekadar simbolik.

“Ini bagian dari gerakan besar yang kami sebut ‘Pemuda Menanam Masa Depan’. Kita ingin membuktikan bahwa pertanian itu keren, penting, dan mampu menjadi tulang punggung ekonomi pemuda,” katanya.

Tak hanya dari sisi organisasi kepemudaan, dukungan datang langsung dari Pemkab Lebak. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat, menilai program ini sebagai bentuk inovasi sosial yang menjanjikan.

Ia menyebut, pemerintah siap hadir dalam bentuk pendampingan teknis, pelatihan, dan fasilitasi sarana penunjang pertanian.

“Sinergi ini penting. Kami ingin generasi muda melihat pertanian sebagai sektor masa depan, bukan masa lalu. Dan KNPI memberi contoh nyata lewat aksi ini,” ucap Rahmat.

Ke depan, KNPI menargetkan agar program ini bisa berkembang di kecamatan lain, membentuk jaringan petani muda yang tak hanya produktif, tapi juga adaptif terhadap teknologi dan kebutuhan pasar.

Dengan semangat “Ruhay” yang digaungkan Bupati Lebak, gerakan pertanian pemuda ini diharapkan menjadi model kolaborasi lintas sektor yang memperkuat ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja, dan menjadikan tanah Lebak sebagai sumber harapan, bukan sekadar ladang. (*/Sahrul).

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien