Dinkes Kota Serang HPN

Majelis Ulama Indonesia Minta Rakyat Dicerahkan Soal Pemanfaatan Nuklir

DPRD Kab Serang HPN

 

JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) gelar focus group discussion (FGD) bertema Prospek Nuklir untuk Kedaulatan Energi yang diselenggarakan Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI di Jakarta, Kamis (31/7/2025).

Wakil Sekretaris Jenderal MUI M Azrul Tanjung mengungkapkan, FGD tersebut untuk merespons rencana kerja sama Indonesia dan Rusia untuk pemanfaatan energi nuklir menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Azrul melihat nuklir dapat beri manfaat bagi Indonesia jika digunakan dengan ukuran tertentu.

“Dengan ukuran-ukuran tertentu, sepertinya nuklir ini akan menimbulkan manfaat,” kata tokoh Muhammadiyah yang akrab disapa Buya Azrul.

Buya Azrul menuturkan, FGD dilakukan untuk memberi pencerahan kepada umat, karena sudah terbiasa memiliki konotasi negatif ketika mendengar kata “nuklir”.

Konotasi tersebut condong kepada kehancuran dan dinilai tidak memberikan manfaat.

“Sangat penting bagi kita untuk melakukan diskusi, supaya paling tidak memberikan pencerahan kepada umat. Karena sejak kita kecil mendengar kata-kata nuklir itu konotasinya selalu negatif, pemusnah massal. Kita tahu bom atom meluluhlantakkan Jepang, bagaimana dengan nuklir, tentu dampaknya akan lebih besar lagi,” ujar Buya Azrul

HPN Dinkes Prokopim

Pengembang Teknologi Nuklir Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Reaktor Nuklir-Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRTRN-BRIN) Yarianto Sugeng Budi Susilo, yang menjadi salah satu narasumber mengatakan, energi nuklir memiliki banyak manfaat.

Pertama, energi nuklir dikatakan tidak melepas gas emisi rumah kaca. Kedua, satu buah uranium (bahan energi nuklir) setinggi kurang dari 1 inci menghasilkan energi setara dengan 17 ribu kubik gas alam, 120 galon minyak bumi, hingga 1 ton batu bara.

Yarianto menilai, energi uranium memiliki dampak yang besar dengan kebutuhan tambang yang minimalis. Dengan demikian, energi tersebut bisa mempersempit kerusakan lingkungan yang ada.

“Karena kebutuhannya kecil sehingga saking minimalisnya untuk pertambangan uranium, sehingga tentu saja kerusakan lingkungan tidak meluas,” jelas Yarianto.

Ketiga, secara kapasitas, Yarianto yang mengutip data dari US Department of Energy, mengatakan, PLTN memiliki potensi penggunaan lebih efisien yaitu sekitar 90%.

Sedangkan energi lainnya berada di bawah kapasitas nuklir. Ini dikarenakan nuklir mampu beroperasi digunakan terus menerus.

Dari banyaknya manfaat energi nuklir sebagai PLTN, Yarianto memperlihatkan data survei Radiant Energy Group. Survei menunjukkan, secara global terdapat tren kesenjangan gender dalam dukungan energi nuklir antara pria dan wanita.

Pria dan wanita Indonesia sama-sama menolak untuk mendukung digunakannya energi nuklir.

Sedangkan, secara global lebih banyak pria yang mendukung dibandingkan wanita. ***

HUT Fakta PT PCM
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien