Gotong-royong Warga Gerem Cilegon Bangun Fasilitas Umum Secara Swadaya

CILEGON – Warga Lingkungan Sumurwuluh, RW 3, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, menggelar kerja bakti membangun fasilitas umum (Fasum) secara swadaya, Minggu (10/8/2025).
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menyediakan ruang bermain anak dan sarana kegiatan sosial bagi masyarakat.
Suasana gotong royong terasa sejak pagi. Puluhan warga, dari kelompok pria dan wanita, bekerja bahu-membahu mengolah dan menyusun material.
“Fasum sangat penting di lingkungan masyarakat. Tidak semua orang mampu sewa gedung untuk hajatan pernikahan. Banyak kegiatan keagamaan dan tradisi budaya kita yang butuh ruang,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon, Muhammad Saeful Basri, yang turut hadir memimpin kegiatan.
Menurut Basri, di tengah rutinitas warga kota industri, budaya gotong royong masih harus dijaga.
Di Gerem, tradisi ini menjadi perekat sosial, meski kawasan tersebut telah dikepung puluhan industri kecil hingga besar.
Kerja bakti kali ini meliputi perapihan lingkungan, pembangunan pondasi untuk memperkuat tebing jalan, serta perataan lahan menggunakan alat berat.
Basri mengaku menyewa alat berat dengan biaya pribadi demi mempercepat pekerjaan.
“Yang penting nanti bisa dijaga dan dirawat,” tuturnya.

Ia menegaskan, peran serta warga sangat dibutuhkan dalam pembangunan daerah. Meski pemerintah memiliki anggaran dan program, keterbatasan sumber daya membuat inisiatif masyarakat, baik dalam bentuk tenaga maupun pemikiran, menjadi penopang penting.
Basri menyoroti semakin langkanya ruang fasum di Kota Cilegon. Pertumbuhan penduduk yang tinggi, menurutnya, membuat ruang terbuka semakin menyempit.
Data katadata.co.id mencatat, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) jumlah penduduk di Cilegon pada 2024 mencapai 2,03%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata lima tahun sebelumnya yang sebesar 1,31%.
Dengan kondisi tersebut, Basri menilai pemerintah perlu memperhatikan keberadaan ruang publik, termasuk di wilayah perkampungan atau semi-rural yang tata ruangnya sering tidak diatur secara formal.
“Ini juga harus jadi concern-nya kita dan pemerintah, agar budaya kita tetap terjaga dan masyarakat memiliki ruang untuk berinteraksi sosial,” pungkasnya.
Ketua RW 03 Lingkungan Sumurwuluh, Sam’ani, menyambut positif kegiatan ini. Ia menilai program gotong royong harus terus digalakkan untuk memperkuat kebersamaan dan kekompakan warga.
“Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh warga dan donatur yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong pembuatan Fasum ini,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembangunan dapat berjalan tanpa selalu menunggu anggaran pemerintah. Melalui gotong royong, warga Gerem tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga mempererat rasa persaudaraan di tengah arus modernisasi.
Kegiatan ini disambut positif oleh warga, Ketua RW.03 Lingkungan Sumurwuluh Kelurahan Gerem Kecamatan Grogol, Sam’ani, menurutnya program gotong royong harus terus digalakkan untuk meningkatkan kebersamaan dan kekompakan warga.
“Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh warga dan donatur yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong pembuatan Fasum ini,” ujarnya. (*/ARAS)



