Kisah Perjalanan Gita Alcil Forty Menjadi Juara Marching Band Piala Wali Kota 2025
CILEGON — Pagi selalu datang dengan cerita berbeda di halaman TK Islam Al Azhar 40 Cilegon. Di sana, derap langkah kecil para murid kerap berpadu dengan dentingan bell lyra yang mengalun riang.
Anak-anak itu—dengan topi mungil dan semangat yang tak pernah surut—adalah bagian dari Drumband Gita Alcil Forty, sebuah kelompok kecil dengan impian yang jauh lebih besar dari ukuran tubuh mereka.
Setiap latihan menjadi perjalanan tersendiri: ada yang awalnya malu-malu memegang alat, ada yang tertawa setiap salah ketukan, dan tak sedikit yang harus berulang kali mencoba agar formasi terlihat rapi.
Namun di balik semua itu, tersimpan tekad yang tumbuh dari hari ke hari. Para pelatih membimbing dengan telaten, sementara orang tua selalu hadir memberi tepuk tangan dan senyum penyemangat.
Proses panjang tersebut akhirnya menemukan panggung pembuktian di ajang Cilegon Open Marching Band Piala Wali Kota 2025.
Di tengah kerumunan dan riuh penonton, anak-anak Gita Alcil Forty tampil dengan keberanian yang membuat banyak orang tertegun kagum.
Walau masih belia, mereka memainkan perannya dengan percaya diri—seakan seluruh latihan pagi itu ikut hadir menemani.
Kegigihan mereka terbayar manis. Gita Alcil Forty dinobatkan sebagai Juara Umum Divisi TK, sebuah pencapaian yang membuat ruang tampil dipenuhi sorak kebanggaan.
Tak berhenti di sana, mereka juga memborong sejumlah prestasi seperti Juara 1 Concert, Juara 1 Colour Guard, Juara 1 Showmanship, Juara 1 General Effect dan Juara 2 Analysis Music.
Bagi anak-anak ini, deretan piala itu bukan sekadar penghargaan.
Ia menjadi simbol dari perjalanan penuh warna — mulai dari rasa malu, lelah, hingga tawa riang ketika akhirnya mampu memainkan formasi dengan sempurna.
Tidak ada yang berdiri sendiri; setiap ketukan, langkah, dan gerakan warna menjadi bukti bahwa kekompakan dapat tumbuh bahkan di usia yang sangat muda.
Pihak sekolah pun tak kuasa menyembunyikan kebahagiaannya.
“Alhamdulillah, anak-anak menunjukkan bahwa kerja keras dan kebersamaan bisa membawa mereka ke titik yang luar biasa. Ini adalah kemenangan yang akan terus dikenang,” ungkap Yuyu Yulati, Kepala TK Islam Al-Azhar 40.
Kisah Gita Alcil Forty bukan hanya tentang menjadi juara.
Ini adalah cerita tentang keberanian anak-anak kecil menghadapi panggung besar, tentang proses yang menempa rasa percaya diri, dan tentang mimpi yang tumbuh indah melalui irama musik.***

