Wisata Anyer

Shalat Jum’at Perdana Jemaah Haji Indonesia di Nabawi, Berlomba Datang Lebih Awal dan Kejar Amalan Sunnah

 

MADINAH – Semangat beribadah benar-benar ditunjukkan oleh mayoritas para jemaah haji asal Indonesia yang sudah berada di Madinah.

Saat momen pelaksanaan shalat Jum’at perdana bagi jemaah haji Indonesia pada 24 April 2026, terlihat mereka sudah sejak pagi hari berdatangan ke Masjid Nabawi.

Anton, jemaah asal Sukabumi salah satunya yang begitu bersemangat.

Meski merupakan penyandang disabilitas, keterbatasan fisik tidak menyurutkan langkahnya untuk menunaikan ibadah di Tanah Suci.

Anton menuju Masjid Nabawi dengan penuh tekad. Ia memiliki rute rutin setiap kali menuju masjid yang dibangun Rosulullah Muhammad SAW itu.

Anton selalu masuk melalui pintu nomor 17 yang mengarahkannya langsung ke shaf khusus yang telah disediakan bagi pengguna kursi roda.

Baginya, fasilitas ramah disabilitas yang tersedia sangat membantu dirinya dalam meraih keutamaan pahala shalat Jum’at di Masjid Nabawi.

“Dari kamar saya diantar istri sampai ke depan pintu masuk masjid. Kemudian masuk masjid kadang sendiri, kadang dibantu jemaah lain karena perempuan tidak boleh masuk area sini,” katanya ditemui di halaman masjid.

Memang di awal musim haji 2026 ini, suasana khidmat menyelimuti Masjid Nabawi saat ribuan jemaah haji sudah mulai berdatangan ke Kota Madinah dan kali ini akan melaksanakan shalat Jum’at perdana.

Sejak pagi hari, gelombang jemaah telah memadati area Masjid Nabawi untuk mengejar keutamaan beribadah di tempat yang menjadi peristirahatan terakhir Rasulullah SAW tersebut.

Ihsan, jemaah asal Probolinggo, mengaku telah tiba di Masjid Nabawi sejak pukul 10.00 waktu Arab Saudi atau sekitar dua setengah jam sebelum azan berkumandang.

Meski datang lebih awal, Ihsan mengaku terkejut karena ribuan jemaah lain sudah lebih dahulu memenuhi shaf-shaf terdepan.

Sejak tiba di Madinah pada Rabu (22/4/2026), Ihsan berkomitmen untuk tidak melewatkan satu pun shalat wajib berjamaah di Masjid Nabawi.

“Saya bersyukur lokasi hotel sangat dekat, jadi target menjalankan shalat Arbain (shalat 40 waktu tanpa terputus) insyaAllah bisa tercapai. Apalagi ini shalat Jum’at pertama di Nabawi, momen yang sangat saya idam-idamkan,” ungkap Ihsan penuh syukur.

Momen Jum’at perdana ini juga dimanfaatkan jemaah untuk memperbanyak amalan sunnah, salah satunya dengan bersedekah.

Ansori, jemaah asal Tegal, berhasil mendapatkan tempat di dalam area masjid dan memanfaatkan waktu menunggu shalat dengan berbagi kepada sesama.

Sembari menuju shaf dan menanti waktu shalat, ia terlihat memberikan sedekah kepada para petugas kebersihan di sekitar area masjid.

Di sisi lain, Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, memberikan instruksi tegas kepada seluruh petugas haji yang bertugas di lapangan.

Ia menekankan bahwa saat pelaksanaan shalat di Nabawi, petugas tidak diperkenankan melepas seragam dinas mereka.

Langkah ini dilakukan untuk memudahkan jemaah yang membutuhkan bantuan di tengah padatnya situasi di masjid, sekaligus memastikan kesiapsiagaan petugas dalam melayani tamu Allah.

Selain itu, kebijakan tersebut juga bertujuan menjaga koordinasi antara petugas di tengah kepadatan jemaah yang luar biasa.

“Seragam adalah identitas penolong jemaah. Dengan tetap mengenakan seragam, jemaah yang membutuhkan bantuan di tengah kepadatan shalat Jum’at dapat dengan cepat menemukan petugas,” tegasnya.

Pelaksanaan shalat Jum’at perdana ini pun berlangsung lancar dan tertib, menjadi awal perjalanan spiritual yang mendalam bagi para jemaah haji di Kota Madinah. (*/ARAS)

Prokopim HUT Cilegon
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien