Iklan Banner

Cuaca Ekstrem Picu Kepadatan Penyebrangan, Kemenhub Turun Tangan Atasi Antrean Logistik di Pelabuhan Merak

Dedi Haryadi HUT Gerindra

 

CILEGON — Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menangani antrean panjang kendaraan yang menuju Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten, sejak Kamis (18/12/2025) kemarin.

Antrean kendaraan tersebut dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi dan angin kencang di perairan Selat Sunda, yang berdampak pada terganggunya operasional penyeberangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, mengatakan cuaca buruk menyebabkan kapal mengalami kesulitan untuk bersandar di dermaga, sehingga proses bongkar muat tidak dapat berjalan secara optimal.

“Gangguan cuaca ekstrem berdampak langsung pada operasional kapal, terutama saat sandar di dermaga, sehingga memicu penumpukan kendaraan di area pelabuhan,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Minggu (21/12/2025).

Selain faktor cuaca, peningkatan signifikan permintaan jasa penyeberangan, khususnya kendaraan angkutan logistik, turut memperbesar volume kendaraan yang menuju Pelabuhan Merak.

Agil HUT Gerindra

Untuk mengatasi kepadatan, Ditjen Perhubungan Darat bekerja sama dengan Kepolisian, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Banten, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, serta PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

“Kami turut mengoptimalkan penerapan delaying system, buffer zone, dan penyekatan kendaraan, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan penyeberangan,” jelasnya.

Upaya penguraian kepadatan juga dilakukan melalui penambahan kapal berkapasitas besar di setiap dermaga sejak 18 Desember 2025 dini hari.

Selain itu, delaying system diterapkan saat terjadi gangguan cuaca pada level Peringatan Dini I dan Peringatan Dini II.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan tiket pengguna jasa tetap berlaku dan tidak kedaluwarsa selama penerapan delaying system akibat cuaca buruk.

Ditjen Perhubungan Darat terus melakukan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait guna memastikan keselamatan dan kelancaran angkutan penyeberangan, khususnya pada lintasan Merak–Bakauheni.

Kemenhub juga mengimbau masyarakat agar sebelum melakukan perjalanan memantau secara berkala informasi potensi cuaca ekstrem selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, sebagaimana telah diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko keselamatan perjalanan.***

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien