Angka Kematian Ibu di Kota Serang Turun, Dinkes Perkuat Sistem Rujukan dan Peran Keluarga
SERANG – Upaya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang dalam menekan angka kematian ibu di Kota Serang mulai menunjukkan hasil positif.
Berdasarkan data dari Dinkes Kota Serang, sepanjang tahun 2025, tercatat 15 kasus kematian ibu, turun dari 20 kasus pada tahun sebelumnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Serang, dr. Teja Ratri, menjelaskan bahwa penurunan ini merupakan hasil kerja bersama antara tenaga kesehatan, puskesmas, dan masyarakat dalam memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan bayi.
“Kami bersyukur angka kematian ibu menurun dibanding tahun lalu. Namun, masih ada tantangan, seperti budaya yang memperlambat pengambilan keputusan rujukan saat terjadi kegawatdaruratan,” ujar dr. Teja, Rabu (24/12/2025).
Menurutnya, Dinkes Kota Serang telah melakukan sejumlah langkah strategis, termasuk penambahan tenaga kesehatan agar setiap proses persalinan ditangani minimal oleh empat tangan tenaga kesehatan profesional.
Selain itu, perbaikan sistem rujukan terus dilakukan agar penanganan ibu hamil berisiko dapat berlangsung lebih cepat dan terkoordinasi.
Teja juga menyebutkan bahwa Dinkes Kota Serang kini mengaktifkan kembali Kelas Ibu dan Bayi, sebagai upaya edukatif yang melibatkan ibu hamil, suami, dan keluarga.
Dalam kelas tersebut, para peserta diberikan tambahan pengetahuan tentang kehamilan, persiapan persalinan, dan perawatan bayi baru lahir.
“Kami ingin keluarga, terutama suami, berperan aktif mendukung ibu hamil. Kelas ini penting untuk membangun kesiapan mental dan pengetahuan keluarga dalam menghadapi proses persalinan,” jelasnya.
Peran puskesmas pun terus diperkuat, tidak hanya pada aspek kuratif dan rehabilitatif, tetapi juga pada promotif dan preventif. Program yang dijalankan antara lain: Kegiatan posyandu dengan penyuluhan, penimbangan, dan imunisasi.
Kelas ibu dan balita sebagai sarana edukasi keluarga. Pemeriksaan USG gratis oleh dokter di triwulan pertama dan ketiga kehamilan.
Pemberian tablet Fe selama 180 hari.
Pemeriksaan hemoglobin (HB) dan triple eliminasi. Dan Pemberian PMT bagi ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK).
“Kami terus memperkuat layanan di tingkat puskesmas agar deteksi dini risiko kehamilan bisa dilakukan sejak awal,” jelas dr. Teja.
Dengan berbagai langkah tersebut, Dinkes Kota Serang menargetkan angka kematian ibu dapat terus ditekan setiap tahunnya, sekaligus meningkatkan kualitas hidup ibu dan bayi di Kota Serang.***


