Hari Perempuan Internasional, Desi Ferawati : Perempuan Harus Berdaya, Beretika, dan Saling Mendukung di Era Modern
SERANG – Peringatan Hari Perempuan Internasional yang jatuh setiap 8 Maret menjadi momentum penting untuk mendorong pemenuhan hak, kesetaraan, serta pemberdayaan perempuan dan anak perempuan di berbagai bidang kehidupan.
Hal itu disampaikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Desi Ferawati, saat dikonfirmasi, Selasa (10/3/2026).
Desi Ferawati menilai bahwa perempuan saat ini memiliki peluang yang semakin luas untuk berkembang dan berkontribusi di tengah pesatnya perkembangan zaman dan teknologi.
Menurutnya, peringatan Hari Perempuan Internasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan masyarakat.
“Happy Women’s Day. Perempuan adalah makhluk Tuhan yang sangat istimewa. Di era modern ini, perempuan tidak hanya dipandang dari sisi fisik, tetapi juga dari kecerdasan dalam berpikir, berkembang, berbuat, dan menyampaikan pendapat,” ujar Desi, saat dimintai tanggapan terkait peringatan Hari Perempuan Internasional.
Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi dan modernisasi telah membuka banyak kesempatan bagi perempuan untuk menunjukkan kemampuan serta potensi yang dimiliki.
Akses terhadap informasi, pendidikan, dan teknologi saat ini membuat perempuan semakin mampu berkreasi, produktif, serta memiliki banyak inisiatif untuk menciptakan hal-hal positif.
“Perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih menjadi peluang besar bagi perempuan untuk terus berkarya. Perempuan sekarang bisa lebih kreatif, produktif, dan memiliki banyak inisiatif untuk melakukan berbagai hal yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Desi juga menilai bahwa perempuan masa kini tidak lagi identik dengan keterbatasan pengetahuan. Sebaliknya, perempuan telah banyak membuktikan diri mampu mengambil peran penting di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial, hingga politik.
Ia pun mengajak seluruh perempuan untuk saling mendukung dan memperkuat satu sama lain. Menurutnya, solidaritas antarperempuan sangat penting untuk menciptakan kemajuan bersama.
“Perempuan semuanya hebat dan mampu menginspirasi. Karena itu, sesama perempuan harus saling mendukung dan saling menyemangati agar perempuan lainnya juga bisa berkembang dan maju,” ujarnya.
Meski demikian, Desi menekankan bahwa dalam proses pemberdayaan perempuan, nilai etika dan akhlak tetap harus menjadi landasan utama. Menurutnya, kemajuan perempuan harus berjalan seiring dengan penguatan karakter dan moral.
“Etika atau akhlak adalah hal yang paling utama bagi perempuan Indonesia. Dengan kemampuan, pengetahuan, dan teknologi yang ada, perempuan harus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Melalui momentum Hari Perempuan Internasional ini, Desi berharap semakin banyak perempuan Indonesia yang berani tampil, berpendapat, serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa, tanpa meninggalkan nilai-nilai etika dan budaya yang menjadi jati diri bangsa.
Ia juga berharap generasi perempuan muda dapat terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan, kreativitas, serta pemanfaatan teknologi secara positif.
“Semoga perempuan Indonesia semakin maju, semakin berdaya, dan terus memberikan inspirasi bagi masyarakat luas,” pungkasnya.***

