Masuki Hari Ketiga Kedatangan di Madinah, Kemenhaj Pastikan Perjalanan Jemaah Haji Lancar dan Selamat
JAKARTA — Memasuki hari ketiga operasional haji 1447 Hijriyah atau 2026, Kamis pagi (23/4/2026), tercatat sudah ada 18 kelompok terbang (kloter) jemaah haji dari berbagai embarkasi di Indonesia yang tiba di Madinah.
Total jemaah yang telah tiba mencapai 7.110 orang yang kini tersebar di sejumlah hotel di sekitar Masjid Nabawi.
Kedatangan jemaah haji Indonesia seluruhnya mendarat melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.
Juru Bicara Kementerian Haji, Ichsan Marsha, menyampaikan bahwa operasional haji resmi dimulai sejak 21 April 2026, ditandai dengan masuknya kloter pertama ke asrama haji.
“Seluruh jemaah haji dan keluarga jemaah, serta masyarakat di tanah air. Hari ini, Kamis 23 April 2026, telah memasuki hari ketiga masa operasional haji,” ujar Ichsan, Kamis (23/4/2026).
Sehari setelahnya, tepatnya 22 April 2026, pemberangkatan jemaah haji reguler mulai dilakukan.
Pada hari pertama, sebanyak 17 kloter diberangkatkan dengan total 6.667 jemaah dan 68 petugas.
Seluruh jemaah diterbangkan ke Madinah untuk menjalani rangkaian ibadah selama 8 hingga 9 hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah.
Sedangkan dari laporan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, pada 22 April 2026, ada 12 kloter telah tiba di Madinah dengan jumlah 4.823 jemaah dan 48 petugas dalam kondisi aman.
Pemerintah memastikan layanan di asrama haji berjalan lancar dengan fokus pada kenyamanan, keamanan, dan efisiensi bagi seluruh jemaah.
Selain itu, sebanyak 16 asrama haji embarkasi di seluruh Indonesia telah siap melayani jemaah, termasuk penambahan dua embarkasi baru pada 2026, yakni Yogyakarta dan Banten.
Seluruh asrama dilengkapi fasilitas representatif serta sumber daya manusia yang kompeten.
Layanan One Stop Service (OSS) juga diterapkan di seluruh asrama haji, meliputi pemeriksaan kesehatan akhir, distribusi biaya hidup (living cost), pembagian perlengkapan, dokumen haji, layanan imigrasi, serta manasik terakhir sebelum keberangkatan.
Setiap jemaah menerima living cost sebesar 750 riyal Arab Saudi (SAR). Tahun ini juga menjadi momentum perdana pembagian kartu Nusuk kepada jemaah haji Indonesia di embarkasi.
Pemerintah turut menghadirkan layanan fast track di empat bandara, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Adi Soemarmo Solo, Juanda Surabaya, dan Sultan Hasanuddin Makassar.
Total sekitar 125.234 jemaah akan memanfaatkan layanan ini, yang memungkinkan proses imigrasi Arab Saudi diselesaikan di Indonesia sehingga mempercepat perjalanan setibanya di Tanah Suci.
Pemerintah mengimbau seluruh jemaah haji untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah, mengatur waktu istirahat, serta mematuhi ketentuan yang berlaku demi kelancaran dan keselamatan bersama.
“Kita doakan penyelenggaraan haji tahun ini dapat berjalan lancar dengan dukungan serta sinergi dari seluruh pihak, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ujar Ichsan. (*/Nandi)


