ODGJ Baru Bermunculan di Rangkasbitung, Dinsos Lebak Soroti Dugaan Pembuangan dari Luar Daerah
LEBAK– Kemunculan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tanpa identitas di sejumlah titik di Kecamatan Rangkasbitung mulai menjadi perhatian.
Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lebak menerima laporan adanya dugaan praktik pembuangan ODGJ dari luar daerah ke wilayah Lebak.
Dugaan tersebut mencuat setelah warga melaporkan keberadaan kendaraan yang disebut-sebut menurunkan beberapa orang di kawasan Terminal Cileuweung pada waktu dini hari.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Kabupaten Lebak, Lela Gifty Cleria, mengatakan informasi itu diperoleh dari laporan masyarakat yang merasa curiga terhadap aktivitas kendaraan tertentu yang datang pada waktu subuh.
“Ada laporan dari warga terkait kendaraan yang diduga menurunkan ODGJ di sekitar kawasan terminal,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Menurut Lela, dugaan itu muncul karena belakangan cukup banyak ODGJ baru yang ditemukan berkeliaran di wilayah Rangkasbitung dan sebagian besar tidak diketahui asal-usul maupun keluarganya.
“Banyak yang muncul tiba-tiba dan tidak dikenali warga sekitar,” katanya.
Ia menjelaskan, Dinsos bersama Satpol PP dan Dinas Kesehatan sebenarnya rutin melakukan penanganan terhadap ODGJ yang ditemukan di ruang publik, terutama yang dianggap membahayakan diri sendiri maupun masyarakat.
Namun setelah dilakukan penelusuran, sebagian ODGJ yang ditemukan tidak memiliki identitas jelas dan tidak diketahui keluarganya.
Kawasan Terminal Cileuweung disebut menjadi salah satu titik yang cukup sering ditemukan ODGJ baru.
Meski demikian, Dinsos belum dapat memastikan kebenaran dugaan adanya pembuangan ODGJ dari luar daerah karena masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.
“Kami masih melakukan pendataan dan penanganan secara bertahap,” jelasnya.
Dalam proses penanganan, petugas biasanya terlebih dahulu melakukan tracking untuk mencari keluarga atau asal daerah ODGJ yang ditemukan. Jika keluarga berhasil ditemukan, maka dilakukan proses reunifikasi atau pemulangan.
Sementara untuk ODGJ tanpa identitas dan tanpa jaminan kesehatan, Dinsos Lebak bekerja sama dengan Yayasan Bani Syifa untuk proses perawatan dan rehabilitasi.
“Yang tidak memiliki identitas akan ditangani terlebih dahulu sampai kondisi kesehatannya membaik,” ujarnya.
Sedangkan bagi ODGJ yang memiliki keluarga dan BPJS aktif, pemerintah mendorong agar penanganan medis dilakukan melalui rumah sakit jiwa agar mendapatkan pengobatan yang lebih optimal.
Fenomena munculnya ODGJ tanpa identitas di sejumlah titik di Rangkasbitung kini menjadi perhatian sosial tersendiri.
Selain menyangkut persoalan kemanusiaan, kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait pengawasan dan penanganan ODGJ dari luar daerah. (*/Sahrul).


