Wisata Anyer

Jemaah Indonesia Ramaikan Destinasi Bersejarah Usai Puncak Haji, Kota Thaif Jadi Favorit 

THAIF – Usai menuntaskan rangkaian puncak ibadah haji 1447 Hijriyah, ribuan jemaah Indonesia memanfaatkan waktu sebelum kepulangan dengan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah di Arab Saudi.

Salah satu tujuan yang ramai didatangi adalah Masjid Abdullah bin Abbas di Kota Thaif, sebuah situs yang menyimpan jejak penting perjalanan dakwah Rasulullah SAW.

Kawasan masjid tampak dipadati jemaah haji dan umrah dari berbagai negara.

Selain menjadi tempat ibadah, masjid tersebut juga dikenal sebagai destinasi wisata religi yang sarat nilai sejarah Islam.

Bagi banyak peziarah, kunjungan ke Thaif menjadi sarana untuk mengenang perjuangan Rasulullah SAW saat menghadapi penolakan dan berbagai cobaan dalam menyebarkan ajaran Islam.

Ketua Rombongan Jemaah Umrah asal Sukabumi, Jawa Barat, Suleman, mengatakan kunjungan ke Thaif sengaja dimasukkan dalam agenda perjalanan untuk memperkenalkan sejarah perjuangan Nabi kepada para jemaah.

Menurutnya, Thaif memiliki makna penting karena menjadi salah satu tempat yang pernah diharapkan Rasulullah SAW sebagai titik dukungan bagi dakwah Islam di tengah tekanan yang dihadapi di Makkah.

“Ziarah ke Thaif karena ini adalah merupakan kota harapan Rasulullah. Di mana Rasul mendapatkan intimidasi, embargo ekonomi di kala itu. Kemudian berharap mendapatkan pertolongan dari bangsa Thaif. Dan ternyata Allah belum memberikan izin,” katanya, Rabu (10/6/2026).

Selain mengenang perjalanan dakwah Rasulullah SAW, rombongan juga mengunjungi Masjid Abdullah bin Abbas yang berdiri tidak jauh dari makam sahabat sekaligus sepupu Nabi Muhammad SAW tersebut.

Suleman menjelaskan, kunjungan itu bertujuan mengenalkan sosok Abdullah bin Abbas yang dikenal luas sebagai ahli Al-Quran dan periwayat hadits.

“Dan kita sekarang ke Abdullah bin Abbas, karena ini adalah sepupu Rasul yang sudah mendapatkan doa dari Rasulullah. Semoga kita juga sama menjadi orang-orang yang memperdalam ilmu agama. Aamiin,” tuturnya.

Sebelum tiba di kompleks Masjid Abdullah bin Abbas, rombongan jemaah terlebih dahulu singgah di salah satu peternakan unta yang berada di wilayah Thaif.

Di lokasi tersebut, para jemaah mendapatkan pengalaman langsung memerah dan mencicipi susu unta segar yang menjadi salah satu daya tarik wisata setempat.

“Susu untanya diperah langsung diminum. Segar,” katanya.

Masjid Abdullah bin Abbas sendiri merupakan salah satu bangunan bersejarah yang cukup terkenal di Arab Saudi.

Meski berjarak cukup jauh dari Makkah, masjid ini tetap menjadi tujuan favorit para peziarah dari berbagai negara.

Berdasarkan sejumlah sumber, masjid tersebut dibangun pada tahun 592 Hijriah dan memiliki kapasitas sekitar 3.000 orang. Bangunan ini juga dikenal karena memiliki ratusan tiang penyangga yang berdiri kokoh di bagian dalam masjid.

Selain digunakan untuk pelaksanaan shalat lima waktu dan shalat Id, masjid ini menjadi pusat berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari kajian Islam, seminar, hingga perkuliahan agama yang diikuti masyarakat setempat.

Keberadaan masjid semakin istimewa karena berada di dekat makam Abdullah bin Abbas yang wafat pada tahun 68 Hijriah.

Sosok tersebut dikenal sebagai salah satu sahabat Nabi yang memiliki kecerdasan luar biasa, hafalan Al-Qur’an yang kuat, serta kontribusi besar dalam pengembangan ilmu tafsir.

Di sisi lain, Kota Thaif memiliki keterkaitan erat dengan sejarah perjuangan Rasulullah SAW. Ketika menghadapi tekanan yang semakin berat dari kaum Quraisy di Makkah, Nabi Muhammad SAW mendatangi Thaif dengan harapan memperoleh dukungan dari penduduk setempat.

Namun, upaya tersebut tidak mendapat sambutan yang diharapkan. Rasulullah SAW justru mengalami penolakan dan perlakuan yang menyakitkan dari sebagian penduduk Thaif, menjadikan peristiwa itu sebagai salah satu episode paling berat dalam perjalanan dakwah beliau.

Dalam perjalanan kembali menuju Makkah, Rasulullah SAW disebut pernah beristirahat di lokasi yang kini menjadi kawasan Masjid Abdullah bin Abbas.

Karena itu, masjid tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pengingat akan keteguhan, kesabaran, dan perjuangan Rasulullah SAW dalam menyampaikan risalah Islam kepada umat manusia.(*/Red/MCH-2026)

DPRD Banten Hari Pancasila
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien