Wisata Anyer

Irjen Kemenhaj: Petugas Jangan Lengah, Tugas Belum Selesai Sampai Jemaah Terakhir Pulang

Posco Idul Adha

MADINAH – Inspektur Jenderal Kemenhaj RI Dendi Suryadi memberikan wejangan ke seluruh petugas haji Daker Madinah.

Pesannya mereka jangan lengah, jangan cepat puas. Keberhasilan haji 2026 baru sah apabila jemaah terakhir mendarat aman di Indonesia awal Juli.

“Tugas belum berakhir. Ukurannya itu nanti jemaah terakhir bisa kembali ke rumahnya dengan aman. Karena memang itulah, kita ini kan representasi dari negara. Kita penyelenggara negara di bidang haji. Jadi teman-teman semua tetap istiqamah,” tegas Dendi usai pimpin apel pagi, Rabu (10/6/2026).

Dendi mengakui atmosfer kerja di Daker Madinah positif. Sejak datang, ia melihat langsung petugas solid, akrab, semangat gotong royongnya yang kental.

“Saya lihat tadi di Daker ini, suasananya sejak kemarin saya datang guyub, bagus. Nyaman suasana kerjanya, terus suasana keakrabannya juga kelihatan. Nah, ini penting kekompakan ini untuk supaya kita sebagai petugas haji bisa bekerja secara optimal,” ujarnya.

Namun ia langsung memberikan peringatan bahwa 50 hari operasional belum selesai.

Apel rutin bukan seremoni, tapi alat konsolidasi biar semua tusi tetap sinkron hadapi dinamika di lapangan.

Ia juga memberikan pesan soal keluhan jemaah yang pasti ada, Dendi minta petugas bijak, jangan berprilaku defensif, jangan juga terlena akan pujian.

“Ya, masing-masing bagian tentunya sudah tahu unit-unit apa yang berhasil, target yang diinginkan yang sudah dicapai, dan apa-apa yang masih harus disempurnakan ke depan. Tapi overall, saya minta walaupun ada yang memuji, ada yang kemudian komplain, itu kita terima aja dengan sabar,” katanya.

Menurutnya, kritik yang datang harus menjadi cermin perbaikan. Bersikap transparan, dan jangan ditutup-tutupi.

Dendi jabarkan tolok ukur mutlak keberhasilan haji tahun ini, baru bisa diklaim beres apabila 5 indikator ini terpenuhi setelah semua jemaah pulang

Pertama daya serap kuota, dimana target 99,63 persen harus terpenuhi. Kedua mengenai angka kematian jemaah yang harus seminimal mungkin. Ketiga jumlah jemaah hilang harus nihil, semua jemaah harus terdata dan kembali.

Selanjutnya reduksi keluhan pelayanan yang berupa komplain bisa ditekan, layanan perlu dioptimalkan. Terakhir harus menjaga integritas para petugas haji.

“Keberhasilan misi kemanusiaan ini baru bisa diklaim secara mutlak apabila seluruh jemaah gelombang terakhir telah dipastikan mendarat kembali di tanah air dengan selamat pada awal Juli mendatang,” tegasnya.

Dendi membeberkan, tahun depan bakal ada evaluasi besar-besaran. Internal Kemenhaj, DPR, BPK semuanya akan membedah sekaligus mengevaluasi penyelenggaraan haji 2026.

Terkhusus soal Mina yang selalu menjadi titik kritis karena padat, Dendi jujur mengakui adanya keterbatasan geografis.

“Ya kalau tenda di Mina itu kan, ya teman-teman lihat sendiri memang arealnya kan sangat terbatas. Dan jumlah jemaah kita cukup besar. Memang salah satu titik krusialnya ada di Mina itu, karena daya tampung areal Mina itu sendiri terbatas,” kata dia. (*/Red/MCH-2026)

DPRD Banten Hari Pancasila
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien