Wisata Anyer

Permudah Jemaah Haji ke Raudhah, Sektor Khusus Nabawi Fasilitasi Tasreh Kolektif

MADINAH – Sektor Khusus Nabawi kembali memfasilitasi jemaah haji Indonesia untuk beribadah di Raudhah, area mustajab di dalam Masjid Nabawi yang menjadi magnet utama para peziarah di Madinah. Layanan ini diberikan melalui skema pendaftaran kolektif berupa tasreh (izin masuk resmi).

​Kepala Sektor Khusus Nabawi, Muhammad Thoriq, menjelaskan bahwa pendaftaran kolektif ini diperuntukkan bagi rombongan jemaah dalam setiap kelompok terbang (kloter).

Proses pengajuannya dilakukan melalui ketua kloter atau petugas bimbingan ibadah, yang kemudian dikoordinasikan langsung oleh Sektor Khusus Nabawi.

​Selain skema kolektif dari petugas, jemaah juga memiliki alternatif untuk mendaftar secara mandiri melalui aplikasi Nusuk di ponsel masing-masing.

​Thoriq mengungkapkan bahwa antusiasme jemaah Indonesia untuk beribadah di Raudhah sangat luar biasa. Setiap hari, ribuan jemaah secara bergantian mendapatkan kesempatan emas ini.

​”Per jam 4 sore ini, ada beberapa kloter dengan total sekitar 1.045 jemaah yang masuk. Nanti jam 17.00 ada gelombang kloter berikutnya lagi. Dalam sehari, total jemaah yang difasilitasi bisa mencapai 8.000 orang,” ujar Thoriq, Kamis (11/6/2026).

​Pola layanan kolektif ini kembali digencarkan bagi jemaah haji gelombang kedua yang mulai memadati Madinah setelah menyelesaikan seluruh rangkaian puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

​Pantauan di lapangan pada Kamis (11/6/2026), ribuan jemaah gelombang kedua memasuki Raudhah secara teratur sesuai jadwal.

Area suci ini berada di dalam Masjid Nabawi—tepatnya di sekitar pintu 39—yang ditandai secara ikonik dengan deretan tiang berwarna putih dan karpet hijau.

​Sebagai informasi, Raudhah merupakan area seluas sekitar 22 x 15 meter yang membentang di antara rumah Nabi Muhammad SAW (yang kini menjadi makam Rasulullah) dan mimbar tempat beliau berdakwah. Dalam tradisi Islam, tempat ini dikenal sebagai Raudhatul Jannah atau Taman Surga.

​Bagi jemaah, bisa bersujud di Raudhah adalah momen emosional yang paling dinantikan.

Muhammad Zulfam, jemaah asal Cirebon, Jawa Barat, mengaku sangat terharu bisa masuk ke Raudhah berkat bantuan petugas.

​”Alhamdullilah terharu sekali, rasanya kepingin ke sini lagi. Terima kasih kepada para petugas yang sudah memfasilitasi kami,” ungkap Zulfam, yang berharap bisa kembali masuk ke Raudhah selama sisa masa tinggalnya di Madinah.

​Perasaan syukur senada diungkapkan oleh Zuhdi (60), jemaah asal Solo, Jawa Tengah. Meski durasi di dalam Raudhah dibatasi demi bergantian dengan jemaah lain, ia tetap merasa sangat beruntung.

​”Sangat bersyukur. Inginnya tentu berlama-lama, tapi sudah harus digeser oleh askar (penjaga). Selama 8 hari di Madinah ini, saya berharap bisa masuk lagi untuk mendoakan keluarga agar mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat,” tutur Zuhdi.

​Karena keutamaan dan keberkahannya sebagai tempat yang makbul untuk berdoa, Raudhah selalu menjadi tujuan utama jemaah haji dan umrah dari seluruh dunia untuk memperbanyak zikir, salat, dan selawat kepada Rasulullah SAW. (*/Red/MCH-2026)

DPRD Banten Hari Pancasila
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien