Dishub Cilegon Intensifkan Perbaikan PJU, Pencurian Kabel Masih Jadi Kendala Utama
CILEGON – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon terus mempercepat perbaikan jaringan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mengalami kerusakan di sejumlah ruas jalan.
Namun, upaya tersebut masih terkendala maraknya aksi pencurian kabel dan komponen instalasi listrik.
Kepala Dishub Kota Cilegon, Heri Suheri, mengatakan pihaknya mendapat instruksi langsung dari Wali Kota Cilegon untuk memastikan seluruh PJU yang rusak segera diperbaiki agar kembali berfungsi dan memberikan rasa aman bagi pengguna jalan.
“Kita mendapat perintah dari Pak Wali Kota untuk terus melakukan perbaikan. Selain itu, kami juga melakukan patroli dan bekerja sama dengan pihak kecamatan serta meminta bantuan Polsek untuk ikut melakukan pengawasan,” kata Heri kepada wartawan di Cilegon, Senin (20/7/2026).
Menurut Heri, pencurian kabel PJU masih sering terjadi sehingga perbaikan yang telah dilakukan kerap kembali mengalami kerusakan dalam waktu singkat.
“Sering kali setelah kita perbaiki, tiga sampai empat hari kemudian dicuri lagi. Yang diambil biasanya kabel dan MCB,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kawasan yang paling rawan menjadi sasaran pencurian berada di sepanjang Jalan Lingkar Selatan (JLS). Namun belakangan aksi serupa mulai merambah sejumlah ruas jalan di dalam Kota Cilegon.
“Yang rawan biasanya sepanjang JLS, sekarang malah merambah ke jalan-jalan kota. Kemarin ada yang diambil semua, tetapi langsung kami perbaiki lagi. Di depan Skopino juga ada sekitar enam tiang yang instalasinya dicuri,” katanya.
Heri mengungkapkan, dari total sekitar 385 tiang PJU yang berada di ruas Jalan Lingkar Selatan, sekitar 50 persen sempat tidak berfungsi akibat pencurian kabel.
“Di JLS ada sekitar 385 tiang. Hampir 50 persennya sempat mati karena kabelnya dicuri. Selama tiga minggu terakhir kami fokus melakukan perbaikan di JLS dan saat ini tinggal sedikit lagi yang belum menyala,” ujarnya.
Ia menilai pencurian relatif mudah dilakukan karena kabel ditanam di dalam tanah dan titik kontrol instalasi masih mudah diakses.
“Kabel memang ditanam, tetapi lubang kontrolnya terlihat. Kalau memang ada niat mencuri, tetap saja bisa dilakukan sehingga cukup mudah,” kata Heri.
Dishub juga tengah mengkaji penggunaan jenis kabel yang tidak mengandung tembaga sebagai langkah antisipasi agar tidak lagi menjadi sasaran pencurian.
“Sepertinya yang dicari adalah tembaganya. Karena itu kami sedang mencoba menggunakan jenis kabel lain, seperti kabel TIK atau kabel yang lebih sulit dipotong, sehingga tidak menarik bagi pelaku pencurian,” ujarnya.
Heri berharap dukungan masyarakat dan aparat keamanan dapat membantu mengurangi aksi pencurian fasilitas umum tersebut sehingga pelayanan PJU di Kota Cilegon dapat berjalan optimal dan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga.***

