Wisata Anyer

Dokter Spesialis Anak Eka Hospital Cilegon Bagikan Tips Atasi Anak Kecanduan Gadget

DPRD Kota Serang Maulid Nabi

CILEGON – Penggunaan gawai (gadget) kini tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari anak. Selain sebagai sarana hiburan dan menonton video, gawai kerap dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar hingga bermain game.

​Namun, penggunaan gawai secara berlebihan tanpa pengawasan orang tua dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak.

​Dokter Spesialis Anak Eka Hospital Cilegon, dr. Dianing Latifah, menjelaskan bahwa screen time yang terlalu lama memicu berbagai masalah kesehatan fisik.

Paparan layar berdurasi panjang dapat menyebabkan mata lelah, gangguan tidur, nyeri leher dan punggung, hingga menurunnya aktivitas fisik yang berisiko meningkatkan ancaman obesitas.

​Tak hanya fisik, perilaku dan interaksi sosial anak pun turut terdampak.

​Banyak orang tua mengeluhkan betapa sulitnya memisahkan anak dari gawai.

Bahkan, tak sedikit anak yang menangis, marah, hingga mengalami tantrum saat perangkat tersebut diambil.

​Menurut dr. Dianing, tingkat kecanduan gawai tidak hanya diukur dari durasi pemakaian, tetapi juga dari perubahan perilaku harian anak.

​”Anak yang kecanduan gadget biasanya kehilangan minat pada aktivitas lain, lebih memilih bermain gawai daripada berinteraksi dengan keluarga atau teman, sulit berkonsentrasi, serta menunjukkan emosi berlebihan saat akses gawai dibatasi,” ujar dr. Dianing.

Disperindag Maulid Nabi

​Kurangnya interaksi tatap muka ini lambat laun dapat menghambat perkembangan komunikasi dan keterampilan sosial anak.

​Lantas, apa yang harus dilakukan orang tua saat anak mulai menunjukkan gejala ketergantungan gawai?

​dr. Dianing menyarankan agar orang tua tidak langsung melarang atau memutus akses gawai secara mendadak.

Pembatasan yang terlalu drastis justru berpotensi memicu konflik dan membuat anak makin resisten terhadap aturan.

​Sebagai gantinya, berikut langkah bertahap yang bisa diterapkan:

  • Kurangi Durasi Secara Bertahap: Turunkan alokasi waktu penggunaan gawai perlahan-lahan sambil menyediakan alternatif kegiatan menarik.
  • Hadirkan Aktivitas Pengalih: Ajak anak bermain di luar rumah, berolahraga, membaca buku, menggambar, atau melakukan kegiatan kreatif bersama. Semakin banyak aktivitas positif yang dilakukan, semakin kecil keinginannya untuk terus menatap layar.
  • Tetapkan Aturan Area dan Waktu Bebas Gawai: Buat batasan yang jelas dan konsisten. Misalnya, melarang penggunaan gawai saat makan, belajar, dan satu jam sebelum tidur.
  • Jadilah Teladan (Role Model): Aturan harus berlaku untuk seluruh anggota keluarga. Jika orang tua sibuk bermain ponsel saat berkumpul, anak akan menganggap kebiasaan tersebut wajar. Anak meniru apa yang mereka lihat.

​Tujuan utamanya bukanlah menjauhkan anak sepenuhnya dari teknologi, melainkan mengedukasi mereka agar memanfaatkannya secara sehat, bijak, dan seimbang.

​Namun, jika anak mulai menunjukkan gejala gangguan yang tergolong berat—seperti insomnia parah, penurunan prestasi belajar yang drastis, menarik diri dari lingkungan, atau tantrum tak terkendali—orang tua disarankan segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.

Intervensi sejak dini sangat penting untuk mencegah gangguan tumbuh kembang yang lebih serius.***

HUT RI Pramuka Sankyu
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien