Wisata Anyer

Diduga Tolak Pasien BPJS, Ini Klarifikasi RSUD Cilegon

 

CILEGON – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon, memberikan klarifikasi terkait keluhan seorang pasien peserta BPJS Kesehatan yang mengaku mengalami penolakan saat hendak menjalani operasi benjolan di bagian leher.

Pihak RSUD Cilegon menyatakan pasien berinisial Ny. Sumiyati, warga Lingkungan Kadipaten, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, telah beberapa kali mendapatkan penanganan dari dokter spesialis penyakit dalam di rumah sakit tersebut.

Berdasarkan rekam medis, pasien didiagnosis mengalami Struma Difusa Toxic dengan suspek Thyroid Heart Disease.

Pasien juga telah menjalani pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan laboratorium dan ultrasonografi (USG) tiroid.

“Hasil pemeriksaan masih ditemukan nilai laboratorium yang tinggi. Kondisi tersebut berisiko apabila dilakukan pembedahan,” tulis pihak RSUD Kota Cilegon dalam klarifikasinya di salah satu unggahan Instagram Fakta banten, Minggu (9/8/2026).

RSUD menegaskan belum dilakukannya operasi bukan karena adanya penolakan terhadap pasien, melainkan karena dokter masih melakukan pemantauan dan memberikan terapi untuk menurunkan risiko apabila tindakan pembedahan dilakukan.

“Jadi saat ini masih dalam pemantauan dan diberikan terapi dahulu, bukan kami menolak operasi, tetapi ini untuk kebaikan pasien dan dokter karena ada risiko jika dipaksakan untuk tindakan operasi,” demikian penjelasan RSUD.

Sebelumnya, suami pasien, Anton, sebelumnya mengatakan istrinya telah menjalani pemeriksaan di dua rumah sakit swasta di Kota Cilegon sebelum mendapat rujukan ke RSUD Cilegon.

Menurut Anton, pihak rumah sakit sebelumnya menyarankan agar istrinya mendapatkan penanganan di RSUD Cilegon karena fasilitas untuk tindakan operasi dinilai belum memadai.

“Kami sudah berobat ke dua rumah sakit. Saat mengajukan operasi untuk penyakit kelenjar getah bening istri saya, kami dirujuk ke RSUD Cilegon karena menurut pihak Rumah Sakit Hermina dan Kimia Farma peralatan operasinya belum lengkap,” kata Anton kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).

Setelah tiba di RSUD Cilegon, Anton mengaku mendapat penjelasan bahwa operasi belum dapat dilakukan karena kondisi benjolan di leher istrinya dinilai belum memenuhi pertimbangan untuk tindakan pembedahan.

“Saat bertemu dokter di RSUD, kami diberi penjelasan bahwa benjolan di leher istri saya belum besar sehingga operasi belum dilakukan. Kami hanya diberi obat dan diminta menunggu,” ujarnya.

Anton mengatakan kondisi kesehatan istrinya dalam beberapa bulan terakhir mengalami penurunan.

Selain mengeluhkan sakit pada bagian tenggorokan, nafsu makan pasien juga berkurang hingga menyebabkan berat badannya turun.

Ia berharap istrinya dapat memperoleh penanganan medis sesuai hasil pemeriksaan dan kebutuhan medisnya.***

Kapolres Cilegon
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien