Wisata Anyer

MTQ Lebak 2026 Digelar Lebih Sederhana, Anggaran Dipangkas Rp2 Miliar untuk Pembinaan Qari dan Qariah

HUT RI PT PCM – KPP

LEBAK – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Lebak tahun 2026 dipastikan tidak semeriah agenda serupa pada tahun-tahun sebelumnya.

Pemerintah daerah memilih mengurangi rangkaian kegiatan dan memusatkan sumber daya pada pembinaan peserta yang dinilai memiliki potensi untuk membawa nama Lebak ke tingkat yang lebih tinggi.

Penyesuaian tersebut dilakukan di tengah kondisi kemampuan keuangan daerah yang terbatas. Dari rencana anggaran sekitar Rp3 miliar, Pemkab Lebak menetapkan alokasi sekitar Rp1 miliar untuk pelaksanaan MTQ tahun ini.

Artinya, terdapat pengurangan anggaran sebesar Rp2 miliar dibandingkan rencana sebelumnya.

Asisten Daerah Bidang Pemerintahan Pemkab Lebak, Alkadri, mengatakan perubahan konsep tersebut merupakan bagian dari penyesuaian terhadap kondisi fiskal daerah.

Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus menentukan skala prioritas.

MTQ kali ini tidak diarahkan menjadi kegiatan dengan banyak agenda pendukung, melainkan lebih difokuskan pada proses seleksi dan peningkatan kemampuan peserta.

“Pelaksanaan kegiatan lebih sederhana sekali, tidak ramai-ramai. Tidak ada pawai ta’aruf, pembukaan seremonial seperti biasanya tingkat kabupaten, hanya pembinaan TC,” kata Alkadri, Minggu (16/8/2026).

HUT RI Dindikbud – Disporapar

Ia menjelaskan, anggaran yang tersedia akan diarahkan untuk sejumlah kebutuhan utama, mulai dari proses rekrutmen peserta, pemusatan latihan atau training center (TC) hingga pembinaan qari dan qariah potensial.

Dengan pola tersebut, pemerintah berharap keterbatasan anggaran tidak mengurangi substansi utama MTQ, khususnya dalam menemukan dan mempersiapkan peserta yang memiliki kemampuan di bidang tilawah dan cabang-cabang perlombaan Al-Qur’an lainnya.

Alkadri menilai pembinaan peserta menjadi bagian penting karena keberhasilan MTQ tidak semata-mata ditentukan oleh kemeriahan acara.

Kualitas peserta yang dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi justru menjadi salah satu aspek yang perlu mendapatkan perhatian.

Konsep sederhana tahun ini sekaligus menunjukkan adanya perubahan prioritas dalam penggunaan anggaran.

Jika sebelumnya berbagai rangkaian seremoni menjadi bagian dari pelaksanaan MTQ, kini pemerintah lebih menitikberatkan sumber daya yang tersedia pada proses pembinaan dan persiapan peserta.

Pemkab Lebak berharap langkah tersebut tetap mampu menghasilkan peserta terbaik yang nantinya dapat mewakili daerah dalam ajang MTQ pada tingkatan berikutnya.

Dengan anggaran yang lebih terbatas, pelaksanaan MTQ Lebak 2026 pun akan menjadi momentum untuk menguji sejauh mana pembinaan dapat menghasilkan prestasi tanpa harus bergantung pada besarnya anggaran maupun kemeriahan kegiatan. (*/sahrul).

HUT RI Pramuka Sankyu
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien