Wisata Anyer

Skill Tak Sesuai Kebutuhan Industri, Warga Lokal Cilegon Masih Sulit Tembus Pabrik

CILEGON – Kemampuan pencari kerja di Kota Cilegon dinilai masih belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan industri.

Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala warga lokal untuk terserap ke berbagai perusahaan yang beroperasi di Kota Cilegon.

Fungsional Pengantar Kerja pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon, Wawan Gunawan, Rabu (2/9/2026) mengatakan masih banyak warga Cilegon yang kesulitan mendapatkan pekerjaan di sektor industri karena kompetensi yang dimiliki belum memenuhi kriteria yang ditetapkan perusahaan.

Selain persoalan kompetensi, jumlah pencari kerja yang terus bertambah setiap tahun juga tidak sebanding dengan ketersediaan lowongan pekerjaan yang dibuka perusahaan.

“Pencaker kan setiap tahunnya bertambah, walaupun perusahaan itu diminta lapor loker ke kami tapi kebutuhan lokernya gak sebanyak itu,” ujarnya.

Berdasarkan data Disnaker Kota Cilegon, jumlah pencari kerja sekaligus pembuat kartu AK1 hingga Juli 2026 tercatat sebanyak 2.237 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.136 orang berhasil lolos dan bekerja di industri yang berada di Kota Cilegon.

Sementara sepanjang 2025, jumlah pencari kerja yang membuat kartu AK1 mencapai 4.276 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.884 orang berhasil ditempatkan bekerja di sejumlah industri di Kota Cilegon.

Wawan mengatakan, mayoritas pencari kerja yang berhasil masuk ke tahap penempatan kerja berasal dari lulusan SMA dan SMK.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan kompetensi agar lulusan memiliki kemampuan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

“Mayoritas pendidikan pencari kerja yang sampai ke penempatan kerja itu dari SMA dan SMK. Tahun 2026 ini target penempatan kerja untuk warga Cilegon itu 2.700 orang,” tutupnya.

Menurut Wawan, pembuatan kartu AK1 tidak hanya sebatas pendataan pencari kerja. Disnaker juga berupaya mempertemukan pencari kerja dengan informasi lowongan yang diterima dari berbagai perusahaan.

“Jadi gunanya perusahaan lapor loker ke kami itu supaya kami mendorong pendaftar kartu AK1 ini bisa apply lokernya, tetapi untuk sistem seleksinya langsung dari pihak perusahaan,” katanya.

Ia menjelaskan, lowongan pekerjaan yang dibuka perusahaan umumnya bersifat terbuka sehingga dapat diakses pencari kerja dari berbagai daerah, tidak hanya warga Kota Cilegon.

Selain itu, setiap perusahaan memiliki persyaratan, kompetensi, dan kualifikasi yang berbeda-beda sesuai dengan posisi pekerjaan yang ditawarkan.

Karena itu, meskipun Disnaker telah berkoordinasi dengan perusahaan agar warga Cilegon mendapatkan kesempatan untuk bekerja, keputusan akhir tetap berada di tangan perusahaan berdasarkan hasil seleksi dan kesesuaian kompetensi kandidat.

“Kita kan sudah berkoordinasi juga dengan pihak perusahaan untuk mengutamakan warga Cilegon, tapi mereka menemukan kandidat yang sesuai kriteria maka akan memilih kandidat itu,” jelasnya.

Wawan pun meminta masyarakat, khususnya pencari kerja, tidak hanya mengandalkan peluang kerja di industri yang ada di Kota Cilegon.

Pencari kerja dinilai perlu memiliki perencanaan karier sekaligus meningkatkan kualitas diri agar mampu bersaing.

“Bekerja juga harus punya planning, kalau mau bekerja di industri di Cilegon bisa dimulai dari meningkatkan kualitas diri performa skillnya,” pintanya.

Untuk mendukung peningkatan kompetensi tersebut, Disnaker Kota Cilegon menyediakan berbagai program pelatihan bagi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan maupun ingin meningkatkan keterampilan.

Wawan menuturkan, manfaat pelatihan tidak hanya berkaitan dengan peluang mendapatkan pekerjaan di Kota Cilegon.

Keterampilan yang diperoleh juga dapat menjadi bekal bagi pencari kerja untuk mengembangkan karier di kemudian hari, termasuk ketika peluang kerja di daerah lain lebih terbuka.

“Kami dari Disnaker memfasilitasi warga Cilegon yang sedang mencari untuk mengikuti berbagai pelatihan-pelatihan,” terangnya.

Selain pencari kerja, Disnaker juga terus memfasilitasi perusahaan yang beroperasi di Kota Cilegon, terutama dalam penyampaian informasi kebutuhan tenaga kerja.

“Perusahaan juga selalu kami fasilitasi dengan berkoordinasi untuk dapat rutin melaporkan lokernya kepada kami melalui situs resmi,” pungkasnya. ***

PWI Ucapan Sekda
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien