Aktivis Koalisi Rakyat Banten Kholid Miqdar Akan Sambut Kedatangan Jokowi dengan Telur Busuk
SERANG– Aktivis Koalisi Rakyat Banten, Kholid Miqdar, mengaku tengah menyiapkan telur busuk untuk menyambut kedatangan mantan Presiden Joko Widodo di Banten pada Kamis, 10 September 2026.
Aksi tersebut ia sebut sebagai simbol kekecewaan terhadap berbagai persoalan di Banten.
“Saya lagi ngumpulin telur busuk. 20-30 mah ada. Simbol perlawanan aja gitu kan,” kata Kholid.
Kholid menjelaskan, aksi itu muncul dari rasa marah atas sejumlah persoalan yang menimpa masyarakat Banten.
“Karena marah ketika banyak saudara yang lahan-lahannya dirampas. Marah karena sungai-sungai saya urug semena-mena. Marah karena laut-laut kami dipagari dan direklamasi dengan semena-mena. Nah itulah mungkin tindakan saya,” ujarnya.
Namun Aktivis yang getol membela Nelayan dan Petani itu mengaku tidak sepenuhnya sepakat dengan rencana aksi tersebut.
Ia menyebutnya sebagai kelakuan orang marah.
“Saya tidak sepakat dengan kelakuan-kelakuan yang saya akan rencanakan pada tanggal 10 itu. Karena itu sesungguhnya adalah kelakuan orang marah. Mungkin saya sedang menuruti marah pada waktu itu,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kholid juga mengajak masyarakat, khususnya anggota padepokan pencak silat, untuk tidak terjebak dalam tindakan sesaat dengan mengundang Jokowi.
“Kami berharap teman-teman pada padepokan pencak silat, tolonglah mulailah terbuka, berpikir yang benar, jangan pernah terjebak pada sesuatu yang sifatnya sesaat. Apa sih artinya dunia ini? Paling banter juga kita hidup 80 tahun. Dan semuanya kita tinggalkan,” ucapnya.
Ia menegaskan tolok ukur kebaikan adalah menurut Allah, bukan semata menurut pribadi atau kelompok.
“Baiknya bukan baik menurut saya pribadi, tapi juga baik menurut yang banyak. Baik juga menurut Allah. Yang penting saya baik menurut Allah,” tegasnya.
Terkait pengamanan Jokowi sebagai mantan presiden, Kholid menyebut penjagaan manusia bisa ditembus.
“Sehebat-hebatnya penjagaan itu kan penjagaan manusia. Dan sehebat-hebatnya penjagaan adalah penjagaan Allah. Manusia masih bisa tembus,” ujarnya. (*/Ajo)

