Wisata Anyer

Dindikbud Cilegon Petakan 20 Sekolah Swasta untuk Program SPP Gratis 2027

CILEGON – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon memetakan sekitar 20 satuan pendidikan swasta tingkat SD dan SMP untuk masuk dalam program sekolah gratis yang direncanakan mulai 2027.

Program tersebut disiapkan untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu, khususnya yang bersekolah di lembaga pendidikan swasta dengan kondisi ekonomi dan kemandirian sekolah yang terbatas.

Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Non Formal dan Informal (P2PNFK) pada Dindikbud Kota Cilegon Vania Eriza mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah sekolah swasta yang berpotensi menjadi penerima program.

“Ada beberapa sekolah yang sudah dipetakan, tapi masih berubah-ubah, belum finalisasi. Kalau perkiraan bisa sampai 20 sekolah swasta SD dan SMP,” katanya, Selasa (22/9/2026).

Menurut Vania, program tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi sekolah gratis pada jenjang SD dan SMP swasta.

Sasaran utamanya adalah sekolah yang berada pada kategori menengah ke bawah dan belum memiliki kemandirian pembiayaan yang kuat.

Saat ini, Dindikbud masih menyusun petunjuk teknis (juknis) sebagai dasar pelaksanaan program, termasuk mekanisme bantuan, kriteria sekolah, kebutuhan anggaran serta sasaran penerima.

Setelah juknis rampung, Dindikbud akan melakukan pembahasan bersama sekolah yang masuk dalam daftar kandidat untuk memastikan kesiapan mereka mengikuti program tersebut.

“Bukan diberikan ke siswanya, tapi nanti bantuannya akan diberikan langsung ke sekolah. Makanya nanti akan kami tanya juga pihak sekolah menyanggupi atau tidak dengan bantuan ini,” paparnya.

Vania menjelaskan, salah satu pertimbangan dalam menentukan sekolah sasaran adalah jumlah peserta didik yang tidak terlalu banyak, namun didukung sarana dan prasarana yang memadai.

Hingga kini, penetapan sekolah maupun besaran anggaran belum difinalisasi karena masih menunggu penyelesaian juknis dan keputusan pemerintah daerah.

“Belum ada teknis detailnya, sekarang masih proses penyusunan juknis. Untuk anggaran dan penetapan sekolah juga belum ada finalisasi dan belum ada SK Walikota,” tuturnya.

Program tersebut diarahkan untuk membantu meringankan beban orang tua siswa melalui pembebasan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), sehingga siswa dari keluarga kurang mampu dapat mengenyam pendidikan di sekolah swasta tanpa terbebani biaya SPP.

Vania mengatakan, proses saat ini masih berfokus pada pemetaan kandidat sekolah. Dindikbud juga melakukan survei untuk memastikan kelayakan sarana dan prasarana serta ketersediaan tenaga pendidik.

“Jumlah kuota siswa belum ada, baru kandidat sekolahnya dulu sambil lihat sarana prasarananya menunjang atau tidak, guru-gurunya, dan lain-lain,” jelasnya.

Berbeda dengan program beasiswa Cilegon Juare yang menyasar mahasiswa, bantuan sekolah gratis ini nantinya akan disalurkan melalui sekolah.

Pemerintah daerah akan menjalin kerja sama dengan sekolah penerima melalui nota kesepahaman (MoU).

“Rencananya bakal kerjasama dengan pihak sekolah MoU. Nanti uangnya itu akan ditransfer ke sekolah, karena untuk biaya pembebasan SPP siswa jadi dikelola langsung sekolah,” ungkapnya.

Vania menyampaikan, program tersebut merupakan gagasan Wali Kota Cilegon Robinsar untuk memperluas akses dan pemerataan pendidikan sekaligus memperkuat peran masyarakat melalui penyelenggaraan pendidikan swasta.

Program itu juga diharapkan menjadi alternatif bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri agar tetap dapat melanjutkan pendidikan di sekolah swasta tanpa terbebani biaya SPP.

“Program ini gagasan dari Pak Wali untuk meratakan pendidikan, ini juga untuk membantu siswa yang gak diterima di sekolah negeri jadi bisa ke sekolah swasta dan SPP nya gratis,” terangnya.

Terkait waktu pelaksanaan, Vania mengatakan Dindikbud belum dapat memastikan jadwal program tersebut.

Penentuan sekolah sasaran dan besaran bantuan masih menunggu juknis serta hasil koordinasi dengan pemerintah daerah.

“Pelaksanaannya untuk SD dan SMP, kita belum tau jadwalnya, belum ada kepastian. Masih penyusunan dan koordinasi dengan Pak Wali terkait total biaya yang dibutuhkan, dan opsi sekolah mana saja,” pungkasnya. ***

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien