Keluarga M Bagus Khoirunnas Siapkan Salat Jenazah di Lebak, Harapan Korban Ditemukan Tetap Ada
LEBAK– Keluarga M Bagus Khoirunnas, salah satu jurnalis yang hilang kontak saat melakukan peliputan Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, mulai mempersiapkan salat jenazah sebagai bentuk penghormatan sekaligus ikhtiar keluarga di tengah belum adanya kepastian mengenai keberadaan Bagus.
Ayah M Bagus Khoirunnas, Mansur, mengatakan keluarga telah berkoordinasi dengan sejumlah ulama untuk menyiapkan pelaksanaan salat jenazah di beberapa masjid di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
“Ya, kita sudah berkoordinasi dengan para ulama dan akan melaksanakan salat jenazah di beberapa masjid yang berada di Rangkasbitung,” kata Mansur saat ditemui, Jumat (25/9/2026).
Meski demikian, keputusan tersebut tidak menghilangkan harapan keluarga untuk mendapatkan kabar mengenai keberadaan Bagus. Mansur mengatakan pihak keluarga masih berharap anaknya dapat ditemukan.
“Minta doanya, semoga anak saya M Bagus Khoirunnas segera ditemukan,” ujarnya.
Mansur mengaku keluarga telah berusaha menerima berbagai kemungkinan yang terjadi selama proses pencarian. Namun, doa dan harapan agar Bagus ditemukan tetap disampaikan.
“Saya dan keluarga sudah mengikhlaskan,” ucapnya.
Bagi keluarga, salat jenazah tersebut bukan sekadar rangkaian penghormatan, tetapi juga menjadi bagian dari doa bersama untuk Bagus di tengah situasi yang masih belum memberikan kepastian.
“Kami tetap berharap ada kabar dan semoga Bagus segera ditemukan,” tutur Mansur.
M Bagus Khoirunnas bersama empat jurnalis lainnya sebelumnya berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026).
Rombongan tersebut menggunakan kapal cepat Arupadhatu 1 untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Setelah perjalanan berlangsung, kapal tersebut dilaporkan hilang kontak.
Bagus merupakan salah satu dari lima jurnalis yang berada di dalam kapal bersama tiga kru. Hingga kini, keberadaan Bagus, empat wartawan lainnya serta dua kru kapal lainnya belum diketahui.
Sementara itu, satu kru kapal, Surakman, telah ditemukan di wilayah Pulau Enggano, Bengkulu, dan telah teridentifikasi.
Keluarga Bagus pun masih menunggu perkembangan informasi dari pihak terkait sembari melanjutkan doa dan berharap seluruh korban yang masih hilang dapat segera ditemukan. (*/Sahrul).

