Wisata Anyer

Sampaikan Duka untuk ABK Arupadhatu 1 Surakman, Pemprov Banten Janji Dampingi Keluarga Hingga Pemakaman

SERANG -Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan duka mendalam atas teridentifikasinya jenazah Surakman (60), salah satu ABK KM Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat membawa rombongan jurnalis meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.

Hal itu disampaikan Andra saat konferensi pers Operasi SAR di Mapolda Banten, Kota Serang, Rabu (23/9/2026).

“Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, kami menyampaikan belasungkawa. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan dan keikhlasan,” ujar Andra.

Andra menegaskan Pemprov bersama Polda Banten akan mendampingi penuh keluarga korban, mulai dari proses pemulangan jenazah hingga pemakaman.

“Insyaallah, kita bersama Polda Banten akan terus mendampingi keluarga dan menginformasikan setiap perkembangan yang ada. Kita juga akan mendukung penuh proses pemulangan jenazah dan pemakamannya,” tuturnya.

Gubernur juga berharap tujuh korban lainnya segera ditemukan dan meminta masyarakat mendoakan keselamatan mereka.

“Kepada keluarga dari tujuh korban yang belum ditemukan, semoga kita segera mendapatkan titik terang dan akan terus diinformasikan. Kita berharap dan senantiasa berdoa untuk segera menemukan saudara-saudara kita,” imbuhnya.

Andra memberikan apresiasi kepada Polda Banten, Polda Bengkulu, Basarnas, dan seluruh tim SAR gabungan yang telah bekerja keras dalam proses pencarian dan identifikasi jenazah Surakman.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menjelaskan, jenazah Surakman awalnya ditemukan di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Bengkulu Utara, pada Sabtu (12/9/2026) dengan ciri celana pendek hitam dan tinggi 163 cm.

Setelah koordinasi antara Polda Banten dan Polda Bengkulu, tim DVI melakukan identifikasi dengan pencocokan data antemortem dari delapan keluarga korban.

“Dari delapan keluarga korban, pada satu jenazah telah dilakukan pemeriksaan oleh Pusdokkes Polri melalui Kepala Bidang Laboratorium DNA,” jelas Hengki.

Hasil pemeriksaan DNA memastikan jenazah tersebut adalah Surakman dan terkonfirmasi sebagai ayah biologis dari putranya, Yayat.

Jenazah Surakman dijadwalkan diterbangkan dari Bengkulu ke Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (24/9/2026) dan akan diterima langsung oleh Gubernur Banten, Kapolda, dan Kepala Basarnas Banten.

Sementara itu, Kepala Basarnas Banten Al Amrad mengatakan meski operasi SAR resmi ditutup setelah 10 hari pencarian, pemantauan tetap berlanjut.

“Hingga saat ini, kami terus berkoordinasi dengan Kansar Bengkulu dan Lampung untuk memantau wilayah pesisir serta melibatkan para nelayan sekitar. Meski hasilnya sementara masih nihil, termasuk pemantauan di wilayah perairan Lebak, upaya koordinasi ini tidak dihentikan,” pungkasnya.

Diketahui, KM Arupadhatu 1 membawa lima jurnalis dan tiga kru yang bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang dan hilang kontak sejak 7 September 2026. ***

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien