Wisata Anyer

Pelatihan Membuat Kue, Perempuan Citangkil Cilegon Disiapkan Jadi Pelaku UMKM

CILEGON – Upaya mendorong lahirnya pelaku usaha baru di Kota Cilegon mulai menyasar kelompok perempuan dan generasi muda. Belasan warga Kecamatan Citangkil dibekali keterampilan membuat aneka kue melalui pelatihan yang digelar Selasa (3/11/2026).

Kegiatan hasil sinergi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon tersebut menjadi salah satu langkah untuk membuka peluang usaha berbasis keterampilan rumah tangga.

Peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga kesempatan mempraktikkan langsung proses pembuatan sejumlah produk makanan.

Berbagai jenis olahan diperkenalkan dalam pelatihan itu. Mulai dari pembuatan kue bolu hingga roti manis yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk usaha rumahan.

Sasaran kegiatan ini tidak hanya kalangan ibu rumah tangga, tetapi juga generasi Z (Gen Z).

Keterlibatan anak muda diharapkan dapat menumbuhkan minat berwirausaha sekaligus mendorong munculnya pelaku usaha baru dari lingkungan masyarakat.

Salah seorang peserta, Ratu Anisah, mengaku mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut.

Ia mengatakan, pelatihan itu memberinya kesempatan mengenal beragam jenis kue sekaligus mempelajari proses pembuatannya secara langsung.

“Senang banget ikut pelatihan ini. Jadi tahu cara pembuatan kue dan jenis-jenis kue. Kedepannya, saya akan mengembangkan ilmu ini untuk berwirausaha,” ujar Ratu, Selasa (3/11/2026).

Bagi Ratu, keterampilan yang diperoleh menjadi modal awal untuk mencoba usaha di bidang kuliner.

Ia berharap pengetahuan tersebut bisa dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang menghasilkan pendapatan.

Antusiasme serupa juga ditunjukkan peserta lainnya. Leni Herlina, yang mewakili kelompok ibu-ibu, menilai pelatihan tersebut memberikan bekal keterampilan yang bisa langsung dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia melihat kemampuan membuat aneka kue bukan sekadar keterampilan tambahan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penghasilan apabila dikembangkan secara serius.

“Pelatihan ini sangat membantu sekali bagi saya. Kedepannya, ilmu yang didapat akan saya kembangkan untuk membantu ekonomi keluarga,” ungkap Leni.

Menurutnya, peluang usaha dari produk olahan kue dapat dimulai dari skala kecil dengan memanfaatkan kemampuan yang telah diperoleh. Hasil produksi nantinya bisa dipasarkan untuk menambah pemasukan keluarga.

Di sisi lain, pelaksanaan pelatihan tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kecamatan Citangkil.

Camat Citangkil, Ikhlasinnufus, mengapresiasi dukungan Pemprov Banten dan Pemkot Cilegon yang telah menghadirkan program peningkatan keterampilan bagi masyarakat di wilayahnya.

Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebatas pelatihan. Para peserta diharapkan mampu mempraktikkan pengetahuan yang didapat dan menjadikannya sebagai bekal untuk mengembangkan usaha secara mandiri.

“Kami menyambut baik dan berterima kasih kepada Pemprov Banten dan Pemkot Cilegon yang sudah melatih warga Citangkil dalam pelatihan aneka macam kue ini. Semoga usai pelatihan, para peserta bisa mengimplementasikan ilmunya dalam membantu ekonomi keluarga,” tuturnya.

Ikhlasinnufus menambahkan, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak cukup diukur dari jumlah warga yang mengikuti pelatihan.

Lebih dari itu, diperlukan tindak lanjut agar keterampilan yang diberikan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan peserta.

Karena itu, ia mendorong agar peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mulai merintis usaha. Terlebih, keterampilan mengolah makanan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif di tingkat lingkungan.

Selain peningkatan kemampuan individu, Ikhlasinnufus juga menyoroti pentingnya membangun hubungan antarpelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Jejaring usaha dinilai dapat membantu peserta dalam memperluas akses pemasaran serta memperkenalkan produk yang dihasilkan.

Dengan adanya keterhubungan antarpelaku usaha, produk yang dihasilkan peserta diharapkan tidak hanya dipasarkan secara terbatas. Peluang kerja sama dan pengembangan pasar juga dapat terbuka sehingga usaha yang dirintis memiliki prospek lebih baik.

“Langkah ini dinilai krusial guna mendorong penjualan yang berkelanjutan sekaligus memperkokoh kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat lokal,” pungkasnya.***

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien