SERANG – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada triwulan I tahun 2026 menunjukkan kinerja positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat ekonomi daerah ini tumbuh 5,64 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Kepala BPS Banten, Yusniar Juliana, mengatakan pertumbuhan tersebut membandingkan kondisi ekonomi triwulan I-2026 dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Ekonomi Provinsi Banten triwulan I-2026 terhadap triwulan I-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 5,64 persen,” ujar Yusniar dalam keterangan resminya, Selasa (5/5/2026).
Berdasarkan data BPS, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banten atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp247,20 triliun. Sementara PDRB atas dasar harga konstan tahun 2010 sebesar Rp144,96 triliun.
Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan mencapai 17,88 persen.
Kondisi ini menunjukkan meningkatnya aktivitas sektor primer pada awal tahun 2026.
Selain pertanian, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum juga tumbuh signifikan sebesar 15,29 persen.
Sektor transportasi dan pergudangan menyusul dengan pertumbuhan 13,84 persen.
Beberapa sektor ekonomi utama lainnya turut mencatatkan kinerja positif. Industri pengolahan tumbuh 3,69 persen, perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor naik 5,48 persen, konstruksi tumbuh 2,11 persen, real estat 3,54 persen, serta sektor informasi dan komunikasi meningkat 5,13 persen.
Meski sektor pertanian mencatat pertumbuhan tertinggi, struktur ekonomi Banten masih didominasi industri pengolahan dengan kontribusi sebesar 30,02 persen terhadap total PDRB.
Disusul perdagangan besar dan eceran sebesar 12,27 persen, transportasi dan pergudangan 11,75 persen, serta sektor konstruksi 11,28 persen.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah menjadi komponen dengan pertumbuhan paling tinggi, yakni mencapai 14,93 persen.
Sementara konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama ekonomi dengan kontribusi sebesar 53,62 persen terhadap PDRB dan tumbuh 5,92 persen.
Secara triwulanan atau quarter to quarter (qtq), ekonomi Banten tumbuh 1,01 persen dibandingkan triwulan IV-2025. Pertumbuhan ini terutama didorong lonjakan sektor pertanian yang meningkat hingga 27,53 persen.
Selain itu, komponen net ekspor juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 16,89 persen.
Menurut Yusniar, capaian tersebut menunjukkan dorongan pertumbuhan ekonomi Banten pada awal tahun lebih banyak berasal dari sektor eksternal serta aktivitas ekonomi nonpemerintah.
Namun demikian, beberapa sektor utama seperti industri pengolahan, konstruksi, dan real estat tercatat mengalami kontraksi secara triwulanan.
Kondisi ini menjadi perhatian dalam menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi Banten pada periode berikutnya.***