SERANG – Forum Guru Banten merasa kecewa atas silaturahmi dan audensi yang tidak di respon oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
Kekecewaan tersebut dipicu karena sudah duka kali bersurat, namun BKD Banten hingga hari ini tak menggubris permohonan audiensi.
“Tapi, sangat disayangkan dua kali kami surati untuk silaturahmi dan audensi tidak ada respon,” ujar Septian selaku Koordinator Forum Guru Wilayah Tangerang dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2026).
Padahal, ajakan silaturahmi dan audensi pihaknya hanya ingin menyampaikan keluh kesah kaum seperjuangannya yang berkaitan dengan dengan kepegawaian.
“Dari mulai pegawai paruh waktu, honorer yang diberhentikan dan lain-lain,” tukasnya.
Koordinator Forum Guru Banten Dadang Hidayat menambahkan, permohonan ajakan silaturahmi dan audensi telah diberikan pada bulan Januari dan Maret.
“Keduanya di abaikan, kami merasa kecewa BKD Banten tidak responsif, tidak bisa diajak dialog,” ujarnya.
Ia berharap, keluh kesah dan sejumlah masalah dari forum guru bisa di akomodir oleh melalui dialog, mengingat banyak guru yang nasibnya tak jelas dan terkatung-katung terkait status kepegawaiannya.
“Selain gaji paruh waktu yang dibayarkan selalu telat, mendapatkan tugas tambahan tapi tidak dibayar, peralihan PPPK Paruh Waktu ke Penuh waktu dan nasib guru honorer yang diberhentikan oleh sekolah,” kata dia.
“Semoga pada momentum hari pendidikan, dengan segala kesibukannya Kepala BKD bisa meluangkan waktu untuk silaturahmi dan audensi dengan kami,” tukasnya.***