Tanpa Hotel Mewah, PWI Kabupaten Tangerang Sukses Gelar Konferensi di Sekretariat Sendiri

TANGERANG — Konferensi PWI Kabupaten Tangerang 2026 meninggalkan catatan berbeda dari pelaksanaan konferensi sebelumnya. Di tengah keterbatasan anggaran, agenda organisasi tersebut justru sukses digelar secara sederhana di kantor sekretariat PWI Kabupaten Tangerang, di kawasan Cikokol, Kota Tangerang.

Bukan kemewahan tempat yang menjadi sorotan, melainkan soliditas panitia yang mampu memastikan seluruh tahapan konferensi berjalan tertib, lancar dan bermartabat.

Di bawah kepemimpinan Ketua Panitia Ahmad Sopian, seluruh jajaran kepanitiaan bahu-membahu mempersiapkan kegiatan dengan mengedepankan efisiensi dan skala prioritas.

Kerja panitia juga mendapat dukungan dari Penanggung Jawab Rian Nopandra, serta jajaran Steering Committee (SC) Teguh Akbar Idham dan Fahdi Khalid, yang turut memberikan arahan dan penguatan dalam proses persiapan hingga pelaksanaan konferensi.

Sopian mengatakan, suksesnya konferensi merupakan buah dari kerja kolektif seluruh panitia.

“Ini bukan keberhasilan saya pribadi. Semua karena kerja sama dan kekompakan seluruh panitia. Dengan anggaran yang terbatas, kami tetap berkomitmen bagaimana konferensi ini bisa berjalan dengan baik dan sesuai harapan,” kata sopian

Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pelaksanaan kegiatan organisasi.

“Justru kondisi seperti ini membuat kami harus lebih solid, lebih kreatif dan lebih mengutamakan kebutuhan yang memang menjadi prioritas. Alhamdulillah, semua bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Sementara itu, Bendahara Panitia Dede Gemblong menegaskan bahwa pengepolaan anggaran dilakukan secara cermat dengan mengedepankan prinsip efisiensi.

“Kami mengelola anggaran yang tersedia seefektif mungkin. Mana yang menjadi kebutuhan utama, itu yang diprioritaskan. Prinsipnya kegiatan harus sukses, tetapi tetap menyesuaikan dengan kemampuan anggaran,” ujar Gemblong.

Salah satu catatan menarik dalam konferensi kali ini disampaikan Yanwar. Menurutnya, penggunaan kantor sekretariat sebagai lokasi konferensi merupakan sesuatu yang layak disebut sebagai sejarah bagi PWI Kabupaten Tangerang.

“Menurut saya ini sejarah. Biasanya konferensi PWI dilakukan di luar kota dan mengambil tempat di hotel. Sekarang kita justru melaksanakannya di kantor sekretariat sendiri,” kata Yanwar.

Menurut Yanwar, sederhana bukan berarti kehilangan marwah. Justru pelaksanaan konferensi di sekretariat menunjukkan bahwa kekuatan organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh megahnya tempat kegiatan.

“Yang paling penting adalah prosesnya. Bagaimana konferensi berjalan tertib, demokratis dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa PWI Kabupaten Tangerang menjadi lebih baik,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap kerja keras seluruh panitia, termasuk dukungan Penanggung Jawab Rian Nopandra dan jajaran Steering Committee Teguh Akbar Idham serta Fahdi Khalid, yang dinilai turut membantu menjaga arah dan kesiapan pelaksanaan konferensi hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.

“Ini membuktikan bahwa kalau semua bekerja bersama dan punya komitmen yang sama, dengan anggaran terbatas pun kegiatan sebesar konferensi tetap bisa dilaksanakan dengan baik,” katanya.

Kesuksesan konferensi ini akhirnya menjadi catatan tersendiri. Bukan hotel mewah, bukan pesta besar, melainkan sekretariat sendiri yang menjadi saksi lahirnya kepemimpinan baru PWI Kabupaten Tangerang.

Sebuah konferensi yang sederhana dari sisi tempat dan anggaran, namun sarat makna tentang kemandirian, efisiensi, kebersamaan dan soliditas organisasi. ***

Comments (0)
Add Comment