Harga Sepeda Lipat Anjlok, Pacific Noris Hancur-hancuran

JAKARTA – Harga sepeda kini mengalami penurunan. Harga bahkan anjlok drastis pada jenis sepeda lipat dengan harga tergolong murah yakni di bawah Rp 5 juta.
Pengguna sepeda pun merasakan bagaimana perubahan harga ini yang berlangsung dalam rentang satu tahun terakhir. Setelah sempat naik di Agustus hingga akhir tahun 2020, dari awal 2021 harga turun.

“Awal-awal pandemi mungkin efek ramenya dimanfaatkan produsen, situasinya jarang-jarang jadi harga benar-benar melambung tinggi. Saya juga ikut merasakan, khususnya sepeda lipat yang harga pasaran Rp 3 jutaan kemarin bisa tembus 2x lipat ke Rp. 5 juta hingga Rp. 6 juta. Saya juga merasakan,” kata Ketua Komunitas Sepeda D’Margo Nadih dilansir dari CNBC Indonesia, dikutip Sabtu (12/8/2021)..

Selain untuk diri sendiri, banyak juga anggotanya yang membeli sepeda anyar demi keperluan hobi. Dari situ terpantau fluktuasi harga sepeda, utamanya sepeda lipat dengan harga murah.

“Sekarang kembali normal, justru di bawah harga normal. Untuk sepeda lipat misal Pacific, kemarin yang Noris Rp 5 juta hingga Rp 6 juta, sekarang Rp 2,5 juta sampai Rp. 3 jutaan. Jauh banget, makanya yang kemarin dadakan banyak dilego dengan harga yang rugi banget,” kata Nadih.

Kebanyakan yang menjual kembali sepedanya umumnya hanya mencoba-coba demi hobi sesaat. Ketika sudah merasa bosan, serta trennya mulai hilang, maka menjual kembali unit jadi jalan terbaik.

Dari situs resmi Pacific Bike, ada beberapa sepeda yang kini memiliki banderol Rp 3 jutaan. Misalnya Noris RS (Rp. 3,5 juta), Noris RX 20′ (Rp. 3,8 juta), Noris Batman 16′ (Rp 3,85 juta), Noris 1.0 VT 16 (Rp 3,25 juta) dan Noris RX 16 (Rp 3,7 juta).

“Menengah ke bawah agak turun, terutama sepeda lipat, turunnya sangat, enam bulan lalu (Pacific) Noris yang harga 4 juta karena barang kosong peminat banyak, harga barang bisa naik 2-3x lipat. Sekarang kebalikannya, stok distributor banyak, harga turun drastis,” kata pemilik toko dan bengkel sepeda Ajo Bike yang berlokasi di Cisalak Depok, Harun Adi Saputra atau Kang Ajo.

Namun, ternyata ada juga model sepeda dengan harga yang cukup stabil. Bahkan tetap naik meski booming sepeda mulai reda, umumnya segmen ‘premium’.

Menurut pengakuan pedagang dan komunitas sepeda, model sepeda yang masuk kategori medium hingga high end bike relatif harganya stabil.

“Saya pakai Strattos S7 Disc yang silver, dulu katakan ambil Rp 19,9 juta, kemarin di komunitas saya ada yang beli standar harga Rp 23 juta, kan naiknya lumayan. Kadang-kadang orang nggak mau inden, yowes apalagi buta pasar, keburu pengen punya ya dihantam,” kata pengurus Strattos Cycling Club, Cak Kamto kepada CNBC Indonesia.

Selain Strattos ada produk sepeda lain di segmen atas seperti Polygon yang harganya stabil bahkan malah naik. “Atau produk lain Cannondale awalnya dijual Rp 30 juta, sekarang Rp 35 juta sampai Rp 37 juta, hampir semua, Trek pun begitu. Harganya bukan naik, tapi berganti (drastis),” jelasnya.

Pemilik Toko Sepeda Harapan Kencana yang berlokasi di Jl. Surya kencana No.94 Bogor, Ian pernah menjelaskan bahwa sepeda harganya di atas Rp 10 juta umumnya digemari oleh masyarakat kelas atas yang memang sudah memiliki hobi sejak lama. Sehingga, ketika harga sepeda segmen ‘murah’ anjlok, sepeda segmen ini tak terpengaruh. (*/Cnbc)

Demokrat
Royal Juli