Layanan Kesehatan di Poskesdes Kebon Cau Kembali Diperkuat, 3 Puskesmas Lebak Bersinergi Layani Warga
LEBAK– Upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terus dilakukan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak.
Salah satunya melalui penguatan layanan di Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Nangerang, Kampung Nangerang, Desa Kebon Cau, Kecamatan Bojongmanik atau juga bisa disebut Poskedes Kanekes.
Pelayanan di Poskesdes Nangerang kembali dibuka dengan dukungan tenaga kesehatan dari Puskesmas Cisimeut serta melibatkan Puskesmas Bojongmanik dan Puskesmas Cirinten.
Sinergi tersebut dilakukan untuk memudahkan masyarakat di wilayah sekitar dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar tanpa harus menempuh perjalanan yang lebih jauh.
Kepala Puskesmas Cisimeut, Dede Herdiansyah, S.kep.,Ners menjelaskan, pelayanan di Poskesdes Nangerang diberikan setiap hari, kecuali hari libur.
Tenaga kesehatan berupa bidan dan perawat ditugaskan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan warga Baduy dan sekitarnya, Puskesmas Cisimeut juga melibatkan Puskesmas Bojongmanik dan Puskesmas Cirinten. Kami membuka layanan kesehatan khususnya untuk masyarakat Baduy dan umumnya untuk masyarakat sekitar,” ujarnya kepada Fakta Banten, Sabtu (19/9/2026).
Menurutnya, keberadaan Poskesdes Nangerang menjadi salah satu bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
Pelayanan yang tersedia antara lain pemeriksaan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC), serta keluarga berencana (KB).
“Untuk pelayanan yang kami berikan saat ini meliputi pelayanan kesehatan dasar, pelayanan ibu dan anak, pemeriksaan ibu hamil dan KB,” katanya.
Dalam memberikan pelayanan di wilayah yang berdekatan dengan masyarakat Baduy, aspek sosial dan budaya turut menjadi perhatian.
Tenaga kesehatan yang bertugas diarahkan untuk membangun komunikasi serta berkoordinasi dengan para kokolot kampung.
Koordinasi tersebut diperlukan agar pelayanan kesehatan dapat berjalan dengan baik sekaligus tetap menghormati nilai adat dan budaya yang dijunjung masyarakat setempat.
“Petugas selalu diarahkan untuk tetap berkoordinasi dengan para kokolot kampung agar pelayanan tidak berbenturan dengan adat. Kita semua tahu masyarakat Baduy sangat memegang teguh adat dan budayanya,” ujarnya.
Puskesmas juga melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan pelayanan.
Masukan dari masyarakat menjadi bagian yang dapat digunakan untuk melihat kebutuhan pelayanan di lapangan.
“Yang kami harapkan pelayanan ini dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga Baduy dan umumnya warga sekitar,” katanya.
Kehadiran tenaga kesehatan di Poskesdes Nangerang tidak hanya diperuntukkan bagi satu kelompok masyarakat. Warga yang tinggal di sekitar lokasi juga dapat memanfaatkan pelayanan yang tersedia sesuai kebutuhan.
Masyarakat dari sejumlah kampung, seperti Ciranji, Cijanar, Cipiit, Cikadu, Cisagu, Cihuni, Ciemes, Nangerang dan wilayah sekitarnya, dapat memanfaatkan layanan kesehatan di Poskesdes tersebut.
Puskesmas mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan kesehatan dan dapat memanfaatkan fasilitas pelayanan yang berada lebih dekat dengan tempat tinggal.
Dengan adanya pelayanan di tingkat desa, masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan awal serta informasi kesehatan dari tenaga kesehatan sesuai kondisi yang dialami.
Sementara itu, salah seorang warga, RT Ardi, bersama sejumlah warga Baduy, menyampaikan apresiasi atas kembali dibukanya layanan kesehatan di Poskesdes Nangerang.
Menurut mereka, keberadaan tenaga kesehatan di lokasi tersebut dapat memberikan kemudahan bagi warga ketika membutuhkan pelayanan saat mengalami keluhan kesehatan.
Dengan demikian, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Endang Komarudin, mengatakan keberadaan pelayanan kesehatan di tingkat desa merupakan bagian penting dalam mendekatkan akses kesehatan kepada masyarakat.
Menurutnya, pelayanan kesehatan bukan hanya berkaitan dengan penanganan ketika warga mengalami sakit, tetapi juga mencakup edukasi dan upaya membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan.
“Yang paling penting adalah bagaimana pelayanan kesehatan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kehadiran tenaga kesehatan di tengah warga harus dibarengi dengan komunikasi yang baik, sikap yang terbuka, serta pemahaman terhadap kondisi dan karakter masyarakat setempat,” ujar Endang.
Ia menilai, pelayanan yang baik tidak hanya ditentukan oleh keberadaan fasilitas, tetapi juga oleh hubungan komunikasi antara tenaga kesehatan dengan masyarakat.
“Pelayanan yang baik bukan sekadar soal fasilitas, tetapi bagaimana masyarakat merasa dilayani, didengar, dan mendapatkan informasi kesehatan yang benar. Karena itu, sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat dan masyarakat itu sendiri menjadi hal yang penting,” katanya.
Endang juga menyampaikan bahwa setiap wilayah memiliki kondisi dan tantangan masing-masing. Karena itu, pelaksanaan pelayanan perlu dibarengi komunikasi, koordinasi dan evaluasi secara bijaksana agar pelayanan yang diberikan tetap menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
Pihak Puskesmas Cisimeut menjelaskan, pelayanan di Poskesdes Nangerang telah ada sejak fasilitas tersebut dibangun.
Dalam perjalanannya, terdapat sejumlah kondisi yang memengaruhi keberlangsungan pelayanan, termasuk bangunan yang pernah mengalami kerusakan dan kemudian dilakukan perbaikan.
Setelah fasilitas dapat kembali dimanfaatkan, pelayanan diperkuat melalui penempatan tenaga kesehatan serta sinergi antara Puskesmas Cisimeut, Puskesmas Bojongmanik dan Puskesmas Cirinten.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama warga yang berada di sekitar wilayah Poskesdes Nangerang.
Dede selaku Kepala Puskesmas Cisimeut juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Kesehatan dan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak atas arahan dan pembinaan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
“Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Kepala Dinas Kesehatan dan Bapak Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak yang selama ini selalu memberikan bimbingan dan arahan kepada kami,” ujarnya. (*/Sahrul).

