Rencana Ekspansi Krakatau Steel, Akan Produksi Mobil Listrik

Sankyu Indocement irt

JAKARTA – Pemerintah menargetkan peningkatan produksi baja dalam negeri mencapai 10 juta ton per tahun, terutama dari klaster Cilegon. Untuk mencapai target ini PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menggenjot produksi dan akan melakukan reaktivasi pada beberapa produksinya.

“Tahun ini kami masih fokus kepada Krakatau Posco, dan memaksimalkan sehingga mencapai volume ketika mendesain pabrik baja tersebut,” kata Direktur Komersial Krakatau Steel Melati Sarnita dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (20/6/2022).

Dalam tiga tahun mendatang perusahaan juga menargetkan bisa menyuplai baja untuk industri otomotif, seiring dengan peningkatan produksi dari klaster Cilegon. Perusahaan juga menargetkan reaktivasi Integrated strip mill bersama mitranya.

Ks indorama

“Ini merupakan langkah paling krusial (reaktivasi blast furnace). Dengan ini beberapa utang yang tidak produktif menjadi produktif,” ujarnya.

Pada 2022-2024 perusahaan juga akan melakukan investasi US$ 720 juta untuk beberapa proyek seperti hot strip mill (HSM), plate mill, Cold rolling mill, dan Blast furnace.

Sementara itu, untuk 2025 proyeksi nilai investasi US$ 2,35 miliar untuk proyek blast furnace, BOF, Hot Strip Mill, Plate Mill, dan Cold Rolling Mill.

Perkim

“Pembangunan cold rolling mill ini yang akan kami upayakan secepatnya untuk mendukung project otomotif, terutama mobil listrik yang akan dikembangkan di Indonesia,” tegas Melati.

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) memproyeksikan kinerja perusahaan bisa lebih meningkat dibandingkan tahun lalu. Hal ini terlihat dari sisi penjualan, peningkatan laba, hingga Ebitda.

“Harapan kami kalau Ebitda bisa capai US$ 53 juta, harusnya bisa lebih tinggi lagi pada paruh pertama. Dari sisi pendapatan kami targetkan naik sekitar 20%, dari US$ 2,1 miliar menjadi US$ 2,6 miliar,” ujarnya.

Dari sisi Ebitda perusahaan menargetkan naik 52%, dan bisa naik 12% per tahun. Kemudian pendapatan ditargetkan naik 20% per tahunnya.

Selain itu laba bruto perusahaan ditargetkan naik sekitar 43,4%. Peningkatan ini didorong oleh pengembangan bisnis anak usaha baik yang di sektor baja maupun nonbaja.

“Kalau target jangka panjang kami ke depan, kalau dari sistem transformasi yang disiapkan roadmapnya, kenaikan pendapatannya itu ditargetkan sebesar 20% per tahun. Kemudian pengembangan anak bisnis mereka dari sisi hilir, jadi nanti banyak sekali nantinya salah satu subholding kita untuk baja bisa memberikan value added product ke masyarakat,” jelas Melati. (*/CNBC)

Demokrat
Dinas