Deklarasi Dukungan untuk Ida Farida, Serikat Buruh di Cilegon Siap Komitmen

CILEGON – Forum Komunikasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) Kota Cilegon menyatakan dukungan kepada Hj. Ida Farida Arief, SE, Caleg DPRD Provinsi Banten Dapil Cilegon dari Partai Gerindra, pada Jum’at malam, (5/10/2018), bertempat di Bintang Laguna Cilegon.

Rudi syahrudin, Ketua Forum SP/SB mengatakan, legislatif bisa menjembatani setiap permasalahan yang dihadapi buruh dengan pemangku kebijakan atau perusahaan.

“Bisa menjembatani hak yang kita tuntut, kita ga sembarang main, ini untuk masyarakat buruh bukan untuk siapa-siapa,” kata Rudi yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Cilegon Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (SP-KEP).

Adapun banyak Calon Anggota Legislatif yang dulu banyak meminta dukungan untuk duduk dan setelah menjadi Dewan seperti meninggalkan komitmen, Rudi mengatakan dengan tegas, bagian dari komitmen yakni untuk terus mengawal perkembangan buruh.

“Kita ga main-main dalam komitmen dan tadi juga mereka yang lebih agresif menanyakan kepada kita, kan nantinya bisa menjembatani, kita wilayah Anyer, Cilegon, dan Merak ada 38 Pengurus Unit Kerja (PUK) atau 38 Perusahaan yang tergabung,” tegas Rudi kepada awak media seusai deklarasi.

Kartini dprd serang

Sementara itu, Jazuli, Sekretaris Forum Komunikasi SP/SB Kota Cilegon mengaku selama ini buruh tidak diajak bicara, padahal buruh menurutnya sangat sederhana dan bukan massa mengambang.

“Buruh itu orang sederhana, punya komitmen, bukan massa yang mengambang, uang itu nomor 2 karena punya gaji, maka dari itu berbahagialah ibu Ida ini berhasil menggaet kita,” kata Jazuli, yang juga Ketua Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Kota Cilegon saat diwawancarai seusai deklarasi.

Ketika dikonfirmasi, perihal Caleg jagoannya bukan dari komisi yang menangani buruh, Jazuli mengatakan bahwa organisasi buruh sama dengan militer satu instruksi dan momen ini merupakan pertaruhan perjuangan buruh.

“Yang penting bagaimana Ibu Ida Farida duduk, ini momen menguji kekompakan buruh, malu kita kalo ibu ga duduk, siapa yang duluan ngajak bicara itu yang kita pegang, ga diperhitungkan gerakan buruh itu kalo mendudukan satu orang saja kita tidak bisa, organisasi buruh itu satu instruksi sama dengan militer,” kata Jazuli, tegas.(*/Do’a Emak)

[socialpoll id=”2521136″]

Polda