Soal Dugaan Pemalakan Proyek, Wakil Ketua Kadin Cilegon Marah di Akun Medsosnya Bahkan Tulis ‘Wagub Cabul’ 

 

CILEGON – Akun media sosial Facebook bernama Isbatullah Sjaff Alibasja nampak mengunggah sentimen negatif pasca penetapan tersangka Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Cilegon terkait kasus pemalakan proyek Rp 5 triliun.

Facebook atas nama Isbatullah Sjaff Alibasja diduga merupakan akun milik Wakil Ketua Umum (WKU) 1 Bidang Organisasi Kadin Cilegon.

Akun medsos tersebut menunjukkan kemarahannya atas sejumlah hal berkaitan dengan sikap aparat pemerintah.

Salah satu postingan Isbat bahkan menyebut ‘Wagub Cabul’ yang dikaitkan dengan kebijakan soal industri.

“Ga usah banyak bacot lah Wagub Cabul! Urus aja kebon jengkol di kampung mu! Ngerti kaga luh soal industri… Pea!” tulisnya, Minggu (18/5/2025) kemarin.

Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, unggahan soal ‘Wagub Cabul’ tersebut telah diedit sebanyak tiga kali, pada hari Minggu 18 Mei 2025 pukul 12.58, 12.59 dan 13.02 .

Hingga saat ini belum jelas siapa sosok ‘Wagub’ yang dimaksud oleh akun itu dalam unggahannya.

Namun, bahasa yang digunakan mengindikasikan adanya ketegangan atau kekecewaan terhadap kebijakan atau pernyataan dari pejabat tersebut, khususnya terkait isu industri.

Selain postingan soal ‘Wagub Cabul’, akun Isbatullah Sjaff Alibasja dalam sejumlah postingannya baru-baru ini juga menunjukkan kemarahannya berkaitan dengan sikap pemerintah yang lebih membela investor.

Berikut tulisan-tulisan di akun Isbatullah Sjaff Alibasja di hari yang sama, Minggu (18/5/2025).

“PRESIDEN ITU MEMBELA RAKYAT bukan MEMBELA INVESTOR!” tulis Isbat lagi.

“TNI MANUNGGAL DENGAN RAKYAT bukan TNI MANUNGGAL DENGAN INVESTOR!”.

“POLRI UNTUK MASYARAKAT? BUKAN POLRI UNTUK INVESTOR?”.

Diketahui, kasus yang menimpa Kadin Cilegon baru-baru ini juga berkaitan dengan investasi pabrik Chandra Asri Alkali (CAA) yang ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh Pemerintah.

Sementara itu, sebelumnya sempat mencuat pernyataan Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah yang menyebut oknum pengusaha yang minta jatah proyek sebesar Rp 5 T di Cilegon, merupakan aksi premanisme yang mengganggu investasi.

Dimyati mengaku geram atas pemaksaan dan intimidasi yang mengatasnamakan pengusaha lokal kepada kontraktor asing.

Wagub Banten itu menegaskan Banten wilayah yang kondusif, cocok untuk investasi.

“Banten ini daerah yang aman dan tertib, kok ada preman minta sekian triliun, sekian triliun, saya geram itu,” ujar Dimyati nampak kesal.

Mantan Bupati Pandeglang itu juga bahkan menantang kepada pihak manapun yang mengganggu investasi di Banten.

“Itu preman, saya sudah bilang, siapa yang mengganggu investasi di Banten, berhadapan dengan Dimyati,” ujarnya.

“Karena ini sama saja ngeledek saya, sama aja menghina saya. Kalau ada orang-orang tertentu mengatasnamakan organisasi, NGO (ormas), profesi, itu sama saja menantang saya,” tutupnya. (*/Ika)

 

 

Karang Taruna Gerem
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien