Akibat Kutu Gandum Merangsek ke Permukiman, Dua Warga Telinganya Kemasukan di Cilegon

CILEGON – Warga lingkungan Cigading dan Tegalbuntu, Kelurahan Tegalratu, Kecamatan Ciwandan Kota Cilegon, keluhkan kutu gandum yang berasal dari PT Nutrindo Bogasari (Mayora Group) yang merangsek ke permukiman warga.

Akibat merangseknya kutu gandum tersebut warga mengalami gatal-gatal pada tubuhnya dan yang lebih parah lagi akibat kutu tersebut ada warga yang harus mendapat perawatan medis yang disebabkan kutu gandum masuk ke telinga.

Sasih (30) salah seorang warga mengaku atas peristiwa kutu yang merangsek kepemukiman anaknya itu harus pendapatkan perawatan medis yang disebabkan telinga anaknya kemasukan kutu gandum yang berasal dari gudang penyimpanan PT Nutrindo Bogasari.

“Anak saya salah satu korban yang terkena dampak Kang, kupingnya kemasukan kutu gandum dan harus mendapat perawatan medis,” ujarnya, Rabu (8/9/2021).

Memang lanjut Sasih, pihak perusahaan langsung tanggap dengan melakukan penyemprotan desinfektan. Namun hasil penyemprotan itu tidak berpengaruh dan kutu yang merangsek tersebut semakin banyak dan menyerang warga lainnya.

“Datangnya kutu itu malem hari kang, selepas magrib, kutu itu mencari cahaya lampu. Kutu itu ditindes nggak mati-mati. Walaupun sudah di semprot kutu itu semakin banyak. Apalagi saya trauma takut-takut masuk ketelinga anak saya lagi,” katanya.

Hal senanda juga diungkapkan Sekretaris RT setempat Yeti Lisnawati. Menurutnya akibat peristiwa itu banyak warga yang mengeluh sehingga ia menyampaikan keluhan itu kepihak Kelurahan dan pihak Kelurahanpun melayangkan surat ke pihak perusahaan. Namun pihak perusahaan lamban menangani soal itu sehingga pihak Kelurahan melayangkan surat ke DPRD Kota Cilegon untuk Rapat Denger Pendapat (RDP).

“Dalam RDP itu perwakilan warga pihak perusahaan harus bertanggungjawab dengan memberikan uang kompensasi sebesar Rp500. 000/KK kepada warga yang terdampak, terlebih kepada warga yang kupingnya kemasukan kutu, eh pas baca hasil RDP barusan itu tuntutan di abaikan oleh perusahaan. Makanya kami bersama dengan warga yang lain menolak hasil RDP yang ditanda tangani menajemen perusahaan,” pungkasnya. (*/Red)

Demokrat
Royal Juli