Tujuh Jemaah Haji Indonesia Meninggal di Madinah, Mayoritas Akibat Serangan Jantung dan Radang Paru-paru

MAKKAH — Sebanyak tujuh jemaah haji asal Indonesia dilaporkan telah meninggal dunia usai tiba beberapa hari di Madinah, Arab Saudi.
Di saat yang sama, ribuan jemaah lainnya tercatat masih menjalani perawatan kesehatan, seiring meningkatnya suhu panas di Tanah Suci.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, menyampaikan bahwa sebagian besar penyebab kematian jemaah dipicu oleh serangan jantung dan radang paru-paru.
“Total jemaah yang wafat sebanyak tujuh orang. Kita doakan semoga husnul khotimah,” ujarnya dalam keterangan pers, Minggu (3/5/2026).
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan bahwa pelaksanaan badal haji akan dilakukan bagi jemaah yang meninggal dunia, sehingga ibadah hajinya tetap dapat disempurnakan.
Berdasarkan data hingga Sabtu (2/6/2026), tercatat sebanyak 6.823 jemaah menjalani rawat jalan.

Sementara itu, 117 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 141 jemaah mendapatkan perawatan di rumah sakit Arab Saudi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 59 jemaah dilaporkan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Maria menegaskan bahwa seluruh jemaah haji Indonesia mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal, mulai dari tingkat kelompok terbang (kloter), sektor, hingga fasilitas rujukan.
Di sisi lain, kondisi cuaca di Kota Makkah turut menjadi perhatian. Berdasarkan prakiraan cuaca pada Minggu (3/5/2026), suhu udara diperkirakan mencapai puncak hingga 43 derajat Celsius.
Mengacu pada data Early Warning System (EWS) Kementerian Haji dan Umrah yang bersumber dari AccuWeather, suhu udara pada pagi hari berada di kisaran 26°C, kemudian meningkat tajam pada siang hari hingga 43°C.
Pada sore hari, suhu diperkirakan turun menjadi sekitar 39°C, sebelum kembali menurun pada malam hari di kisaran 34°C.
Dengan kondisi tersebut, jemaah haji Indonesia diimbau untuk menjaga kesehatan, membatasi aktivitas di luar ruangan saat suhu puncak, serta mencukupi kebutuhan cairan selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci. ***


