Buruh Krakatau Steel Gelar Unjuk Rasa, Tagih UMSK dan Bonus yang Belum Ada Kejelasan

Gerindra Nizar

CILEGON – Ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Baja Cilegon (FSPBC) melakukan aksi demonstrasi di depan gerbang Gedung Teknologi PT Krakatau Steel di Kawasan Industri KIEC, Rabu (26/4/2017) siang tadi.

Dalam aksinya, para demonstran menyampaikan tiga tuntutan buruh yang diantaranya sudah disepakati lewat MoU. Diantaranya penerapan UMSK (Upah Maksimum Sektoral Kota). Kedua percepatan PKB (Perjanjian Kerja Bersama), dan yang ketiga tentant pembayaran bonus.

“Aksi kita hari ini untuk menyampaikan tiga tuntutan yang sangat krusial, yakni UMSK  yang sudah ditandatangani oleh Gubernur Banten dan sudah disahkan unsur Depeko Cilegon, tapi sudah satu bulan lebih pihak Krakatau Steel belum mengimplementasikannya kepada karyawan PKWTT. Kedua, kami ingin Krakatau Steel melakukan percepatan dari perjanjian PKB.
Yang ketiga, soal bonus dimana bulan ini Krakatau Steel sudah membayarkan bonus, tetapi kepada kami belum, bahkan berapa presentasi bonus kepada kami pun belum disampaikan,” ungkap Koordinator Aksi, Beni Kuswanto kepada Fakta Banten.

Fraksi serang
Fraksi

Lebih lanjut Beni mengatakan bahwa ini adalah upaya terakhir setelah langkah-langkah negosiasi melalui surat tidak terpenuhi.

‘”Ini langkah terakhir kami dengan turun kejalan ini karena sebelumnya kami sudah melakukan negosiasi, menyampaikan secara tertulis tapi pihak Krakatau Steel belum juga menunjukan sinyal untuk kesejahteraan kami,” tegasnya.

Pada pantauan langsung, aksi para buruh ini sempat memanas dengan menutup dua ruas jalan dengan kendaraan sepeda motor para buruh yang diparkirkan di tengah jalan sehingga menyebabkan kemacetan panjang di kawasan industri tersebut.

Sekitar kurang lebih satu jam aksi tersebut membuat lumpuh kawasan industri KIEC. Hingga akhirnya sekitar pukul 11.30 WIB siang, ratusan petugas Kepolisian dari Polres Cilegon yang dipimpin oleh Kapolres Cilegon AKBP Romdhon Natakusumah terjun langsung mengawal aksi ini, dan bisa kembali menormalkan arus lalu lintas. (*)

Gerindra kuswandi