Calon Walikota Cilegon Dede Rohana: Saya Berkawan dengan Wartawan dan Dibesarkan oleh Media

Lazisku

 

CILEGON – Bakal calon walikota Cilegon Dede Rohana Putra mengaku bahwa perjalanan karirnya hingga saat ini tidak lepas dari peran media dan wartawan.

Dede Rohana menganggap setiap wartawan adalah kawan sepemikiran, baik dalam diskusi maupun turut aktif mengangkat popularitasnya hingga saat ini.

Ks

“Saya ini dulu hanya seorang mahasiswa dan aktivis yang bersuara lantang dan berani menentang penguasa Cilegon pada waktu itu, kawan-kawan wartawan lah yang sering mengekspose kritikan saya, pemikiran dan gagasan saya, sehingga saya diperhitungkan oleh penguasa saat sejak Cilegon zaman Pak Aat almarhum,” ungkap Dede Rohana.

Cerita itu disampaikan Dede saat diundang sebagai narasumber tamu dalam Training Center Pembekalan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten Periode 2024-2029 di Jurnalis Boarding School Cilegon, Senin (13/5/2024).

“Kalau saya gak sering masuk media waktu itu, mungkin saya gak akan dianggap besar. Saya gak dicari-cari oleh almarhum Pak Aat Walikota Cilegon saat itu dan almarhum Haji Sam Rachmat yang waktu itu Ketua Kadin,” lanjut Dede.

Popularitasnya di kalangan pemerintahan dan dunia aktivis Cilegon itulah, awal mula Dede Rohana kemudian diajak bergabung ke dalam gerbong usaha dan politik tokoh Ciwandan pada waktu itu, yakni Almarhum Sam Rachmat.

Kpu

Pada waktu Kota Cilegon memiliki dua kutub politik besar yang tengah eksis dan berseteru, yakni kubu Pemerintahan dan Golkar dipimpin oleh almarhum Tb Aat Syafa’at dan barisan oposisi yang digawangi almarhum Sam Rachmat.

“Saya dicari dan diajak bergabung oleh dua kutub politik saat itu, saya akhirnya memilih bergabung dengan almarhum Haji Sam Rachmat, awal saya masuk mulai berkongsi usaha dengan keponakan beliau Haji Roisyudin Sayuri dan hingga saat ini saya bersama-sama beliau,” ungkap politikus PAN ini.

Dede yang juga pernah menjadi juara satu Karya Tulis tingkat Provinsi Banten saat mahasiswa itu mengaku menyukai dunia jurnalistik, terutama menulis.

Dede yang pernah belajar dari tokoh literasi Banten Gol A Gong di Rumah Dunia ini, mengaku dengan kemampuan menulisnya ia mendapatkan banyak keuntungan dan terutama kepercayaan dari kawan-kawan mahasiswanya saat itu.

“Saya belajar menulis dari Rumah Dunia, tetapi kemampuan menulis saya bukan diwujudkan jadi jurnalis, tetapi saat itu saya bisa rajin membuat rilis artikel yang dijadikan bahan berita oleh kawan-kawan media. Kemampuan menulis saya mendapatkan apresiasi dan dipercaya kawan-kawan untuk bikin makalah dan karya tulis mahasiswa, sampai dibelikan laptop dan dapat rejeki dari itu. Jadi kemampuan menulis saya untuk bisnis, makanya saya jadi pengusaha sampai sekarang,” candanya.

Dede bersyukur dalam karirnya hingga saat ini di dunia usaha dan politik masih terjalin hubungan baik dengan wartawan dan media massa.

Terkait niatannya saat ini untuk maju dalam pencalonan Walikota Cilegon, Dede juga ingin gagasan dan pemikirannya tetap bisa terus dibantu terpublikasi dan bersinergi dengan wartawan dan media.

“Jadi calon pemimpin itu harus punya ide dan gagasan, itu yang lebih penting. Bukan cuma ganteng doang, kalau ganteng itu bonus saja dari Tuhan. Bagaimana kita terus mengasah pemikiran dan motivasi positif untuk mewujudkan impian dan gagasan-gagasan kita,” tandas anggota DPRD Provinsi Banten ini. (*/Rijal)

DPRD Banten LH
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien